• Agenbola24

    Agenbola24 merupakan bandar resmi Piala Dunia Russia 2018. Temukan pengalaman betting berbeda dengan kami.

Tampilkan postingan dengan label agenbola24. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agenbola24. Tampilkan semua postingan

Cerita Hot Dukun Cabul - Bagian 3 - Bersetubuh di Depan Pasien

Cerita Hot Dukun Cabul - Bagian 3 - Bersetubuh di Depan Pasien

Cersex Master - Agenbola24 - Aku masih di kota P dan masih kuliah. Pagi ini diriku kedatangan pasangan suami istri, Bowo dan Ani, mereka datang dari dusun yang letaknya sejauh 25 Km dari kontrakanku. Katanya sih mereka ini tahu aku dapat ngobatin penyakit dari tetangga mereka, Ismail. Aku sendiri tak ingat apakah pernah aku bertemu orang namanya Ismail atau tidak. Singkatnya, pasangan itu datang padaku dengan keluhan ingin cepat bisa meemiliki anak.

“Mas, berapapun biayanya kami usahakan asal kami dapat momongan. Wong kami ini telah tujuh tahun kawin lo Mas,” Bowo memohon minta padaku, sedangkan Ani ikut manggut-manggut saat suaminya bicara.

Cerita -Hot -Dukun -Cabul - Bagian -3 - Bersetubuh-di-Depan-PasienBowo ialah pria bertubuh ceking berusia sekitar 40 tahunan, sementara Ani meski agak kampungan dan lusuh namun terlihat lebih muda dengan umur sekitar 29 tahunan. Body Ani agak gemuk tampak serasi dengan tinggi lebih 5 cm dari Bowo.

“Emangnya berapa kali kalian hubungan badan dalam seminggu?” tanyaku setelah puas menilai penampilan mereka.

“Eh.. Anu. Kadang dua kali seminggu, atau kadang dua minggu sekali, soalnya saya sopir truk antar kota. Kadang saya di luar kota, jadi nggak sempat,” Bowo menjawab dengan malu-malu, Ani tertunduk.

“Oh.. Begitu. Pantas kalian sulit dapat momongan, toh jarang kumpul,” aku berujar seraya menenggak kopi pagiku.

“Oke kalian tenang saja, biar kutolong masalah kalian. Nah kalian masuk ke kamar tersebut dan tunggu aku,” pintaku pada mereka seraya menunjuk kamar praktikku.

Beberapa menit sesudah mereka masuk, aku menyusul, di kamar tersebut aku duduk di kursiku sedangkan mereka di kursi tepat di depanku yang dirintangi meja kerjaku.

Cerita -Hot -Dukun -Cabul - Bagian -3 - Bersetubuh-di-Depan-Pasien“Begini Mas, ini kan untuk kepentingan kalian berdua jadi kumohon jangan rikuh dan risih dengan ruwatan yang bakal kulakukan ya, bagaimana?" tanyaku.
“Oh.. Monggo Mas, kami siap apa saja agar dapat anak kok,” Bowo menjawab.
“He-eh kami siap kok,” Ani menimpali.
“Kalau begitu kalian buka baju dan ganti dengan sarung ini ya, kemudian tiduran di dipan itu,” kuberi dua buah sarung bermotif  menunjuk dipan di kamarku. Pasangan dari kampung tersebut nurut saja dan dalam sekejap sudah berbaring bersebelahan di dipan, pakai sarung tok.

Aku berdiri mendekati mereka yang telah pasrah itu, mereka kuperciki air seraya merapal mantra seadanya.

“Sekarang kalian bersetubuh ya, iya main ngeseks..,” perintahku.

Mereka tak punya pilihan, toh mereka perlu bantuanku. Bowo langsung membuka sarungnya dan mempreteli sarung Ani sampai keduanya bugil tulen. Bibir Bowo yang monyong langsung menciumi sekujur tubuh Ani, sementara tangannya gerilya di vagina istrinya itu.

Wah, pemanasan seks mereka rupanya tidak ahli, layak saja payah dapat anak. Lima menit kemudian Bowo main tancap saja, sebenarnya kontolnya yang imut belum tegak sepenuhnya sampai-sampai kelihatan agak susah menjebol vagina Ani yang belum terpacu birahi.

“Duuhh Mas, sulit sekali masuknya,” Ani menggerutu namun tetap aku dengar.

Bowo tak peduli dan terus menggenjot, menggesek-gesek kontolnya yang layu ke vagina Ani dengan napas memburu.

“Ohh yess.. Ahh,” Bowo telah tamat sebelum kontolnya masuk utuh ke vagina Ani, ia langsung KO disisi istrinya.

“Wah.. Wah.., Mas ini gimana sih. Bagaimana punya anak kalau sperma nggak nyiram rahim. Payah sampeyan,” komentarku.

Bowo dan Ani duduk dihadapanku diseberang meja, kemudian kujelaskan bagaimana pembuahan yang diperlukan rahim perempuan sebelum hamil dan melahirkan.
Cerita -Hot -Dukun -Cabul - Bagian -3 - Bersetubuh-di-Depan-Pasien
“Mas kulihat burungnya tidak cukup kuat ya, kok baru gesek langsung KO. Mbak Jum belum rasain apa-apa. Iya kan?,” Ani malu mendengar pertanyaanku, Bowo justru garuk-garuk kepala.

“Terus gimana Mas agar aku bisa momongan,” Bowo bertanya.

“Caranya ya perbaiki bobot seks kalian itu, khususnya Mas Bowo, burungnya mesti kuat sampai nyembur pejuhnya vaginanya Mbak Jum, gitu. Nanti kuberi ramuan,” kataku menjelaskan.

“Anu, punya Mas Bowo nggak dapat lebih dari itu kok, sebenarnya sudah minum jamu, namun begitu terus,” Ani menyelaku.
“Ya mau gimana, wong memang begitu,” Bowo protes.
“Oke-oke, agar Mas Bowo lebih oke, gimana bila aku contohkan teknik main yang tepat, biar cepat bisa punya anak,” aku menawarkan. Mereka saling pandang lantas memandangku lagi.
“Terserah gimana baiknya Mas,” mereka menjawab nyaris serentak.
“Oke Mas Bowo duduk disini dan Mbak Jum silahkan tidur lagi di dipan,” perintahku.

Bowo duduk dikursi, Ani telah berbaring berbalut sarung sebatas dada, aku mendekati dan mencipratkan air.

“Begini Mas, perhatikan teknik menaikan birahi pada tahapan kesatu,” kataku sambil menurunkan kain sarung Ani hingga ke perut. Diriku duduk disamping Ani yang tiduran, kemudian kuraba dua gundukan dada Ani, walau sudah tujuh tahun nikah, susu 36B Ani tetap kencang seperti perawan.

"Geli Mas.. Aku malu ..,” Ani menepis tanganku, tapi membiarkan lagi tanganku tersebut beraksi.

“Mas tidak boleh cemburu ya ini, untuk sampeyan juga kan,” kulanjutkan aktifitasku dan Bowo manggut-manggut memberi restu. Kini bibirku aktif menjilati susu Ani kanan dan kiri. Hisapan dan jilatan kulakukan hingga lima menit lamanya.

“Hsshh Emmffhh.. Aahkk,” Ani mendesis dan menggeliat karena hisapanku di susunya, tangannya justru memeluk kepalaku seperti tak mau kalau kulepas hisapan itu.

“Gimana Mbak?enak?,”

"Iiyah Mas,” Ani sayu, wajahnya lumayan manis bila begitu, mirip dengan artis Titi Tandean, body gemuknya pun mirip Titi sebelum diet (Sorry ya bila Titi ikut baca, abis emang serupa sih).
Cerita -Hot -Dukun -Cabul - Bagian -3 - Bersetubuh-di-Depan-Pasien
“Nah Mas Bowo kini lihat nih cara kedua memicu birahi istri,” aku berposisi jongkok tepat diantara paha Ani yang ngangkang. Vagina Ani kelihatan jorok, bulunya hitam, panjang dan semrawutan lagi. Kuusap pelan sisi sensitif Ani dari atas ke bawah dan terus begitu berulang kali.

“Auuhh geliih ahhss,” pinggul Ani naik turun.

Saat cairan mulai mengairi bagian itu, aku merunduk dan menciumi vagina Ani, wewangian vagina cewek dusun memang asyik. Kugunakan lidahku menjilat bibir vagina Ani, Ani kalang-kabut dan menggelinjang. Kuintip mulut Ani terbuka dan merintih-rintih, rambutku dijambak Ani. Sementara Bowo menyaksikan bagaimana istrinya sedang dalam birahi tinggi. Gerakan Ani yang agak gemuk membuat dipan bergerenyit berisik, kreyat-kreyot, tapi asyik. Aku sendiri mulai terangsang  tinggi, kontolku tegang dan mendesak celana dalam yang kupakai. Hampir 10 menit kujilati, hingga dua pahanya keras mengapit kepalaku dan jambakannya pada rambutku kian kencang.

"Aahhdduhh.. Iihhss.. Mmmff..,” Ani merasakan orgasme, pinggulnya menghentak kepalaku yang diapit pahanya, kemudian jepitan tersebut lunglai, Ani lemas.

“Gimana Mbak, enteng rasanya?” aku bertanya sambil melepas pakaianku hingga bugil juga.

“Iyaah mass, enak sekali rasanya,” Ani menatapku dengan birahinya.

Cerita -Hot -Dukun -Cabul - Bagian -3 - Bersetubuh-di-Depan-Pasien“Nah Mas, kini lihat etape terakhir ya. Bagaimana metode masukkan kontol ke vagina agar cepat hamil,” aku berbicara pada Bowo yang serius memperhatikan.

Ani tergeletak pasrah dengan paha mengangkang lebar, vagina kuyupnya jelas terlihat sebab bulu lebatnya basah oleh cairan vaginanya. Kontolku yang telah maksimal berdiri kusisipkan di vaginanya dan tubuhku menindihnya, susu Ani jadi sasaran jilat dan hisapku.

“Sabar ya Mbak Jum, pasti buat anda ketagihan,” bisikku di telinga Ani.

“Uhh mass, teruskan aja mass..,” Ani tak sabar menantikan kontolku menjebol vaginanya. Bless.. Jleepp, kontolku kudorong masuk menjebol vagina Ani yang rapat dan nikmat, Ani mengerang menikmati benda yang masuk, berbeda dengan yang selama ini dimasukkan oleh Bowo.

“Eh Mas, kok bengong, ini Mas metodenya yang betul, tuh lihat kontolku masuk utuh ke vaginanya Mbak," aku beri tahu Bowo, dia manggut saja dan melongo menyaksikan istrinya kusetubuhi.

“Ahhyoo.. Aku ngghhaakk kuaatt,” pinggul Ani naik mendesak kontolku agar bergerak di vaginanya. Kupeluk tubuh Ani, kugenjot kontolku, kepalanya bergerak tak beraturan, suara rintih dan desahnya kian menjadi-jadi.

“Enak Mbak.. Hehh, enaak ndaak mBHaak,”
“Iyahh.. Eenhhaak, teruusshh mashh,”
“Mmmffhh,” bibir Ani yang tebal namun seksi kulumat habis, aku nafsu banget dengan bau ketiak Ani yang khas dusun itu. Kugenjot kian kuat dan kian teratur, Ani mengimbangi gerakanku dan menggoyang pinggulnya.

Permainan kami lumayan panjang namun Ani belum menyerah, posisi kuubah, kubalik tubuh kami sampai Ani yang jadi menindihku.

Cerita -Hot -Dukun -Cabul - Bagian -3 - Bersetubuh-di-Depan-Pasien“Mas Bowo, kalu lagi main itu, kalau burung sampean nggak dapat masuk, gini teknik yang tepat agar imbang,” kataku, Bowo masih manggut-manggut, menyaksikan bagaimana istrinya yang sekarang menggenjot aku.

“Duuhh.., kokhh makin ennahkk begini.. Auhh,” Ani kini jadi joki diatas kontolku, tubuh ani yang gemuk dan  pahanya membuat kontolku asyik, aku tarik tubuhnya hingga dia merunduk dan kusasar lagi susu ranumnya dengan lidahku.

“Ayoo Mbaak, rasakan nikmatnya Mbak..,”

“Ahh.. Enghh.., ohh iyakhh mashh.. enaakkhh.. Mahhss.. Ahhss,” goyangan pinggulnya kian menekan kontolku, semakin lama gerakannya makin kuat. Wajah Ani ayu dalam suasana seperti itu, matanya terpejam, bibir mendesis.

Kurasakan vaginanya kian membasah, ini momen yang tepat meghajarnya sampai puncak pikirku. seketika aku ubah posisi lagi, dengan berputar ke kanan sekarang tubuhku diatas tubuh Ani, tanpa memberi peluang padanya, aku menggenjot kontolku menghujam vaginanya.

Cerita -Hot -Dukun -Cabul - Bagian -3 - Bersetubuh-di-Depan-Pasien“Aaahh.. Akuu piipisshh mashh.. Emhhff.. Ohhss..,” tubuhnya kejang, vaginanya berkontraksi berkali-kali dalam genjotanku hingga akhirnya kepalanya lunglai menandakan orgasmenya telah utuh dan tuntas. Bowo terpana menyaksikan raut puas istrinya, sedangkan aku masih menggenjot tubuh Ani.

“Ahh Mas .. Ini puncak namanya," kurasa cairan maniku tak mampu kubendung lagi, kutarik kontolku dari liang kenikmatan Ani, dan dalam sekejap semburan spermaku tumpah diatas perut Ani.

“Uhh.., kalau itu namanya peju Mas, dan harus tercurah didalam vagina, agar hamil. Kalau Mas tumpahnya diluar, kapan bisa hamilnya,” aku bangkit mengajak Bowo menyaksikan sperma kentalku diperut Ani.

“Lohh kenapa nggak ditumpahin didalam saja, biar dia hamil,” Bowo bertanya dengan blo’on.
“Wah Mas gimana sih. Kalau spermaku yang masuk ke vagina Mbak Jum, dan hamil, berarti anaknya jadi anakku, bukan anak sampeyan, oalah,” cerocosku seraya kembali memakai pakaian, mereka pun kembali menggunakan pakaian masing-masing.

Setelah itu, kami basa-basi, dan kubuatkan ramuan kuat untuk Bowo agar greng bila tempur sama Ani. Mereka lantas pulang dan menyisipkan duit pecahan puluh ribuan yang jumlahnya hingga belasan lembar.

Semenjak itu, kira-kira sebulan kemudian pasangan tersebut datang lagi dan mohon diajari lagi begituan. Aku senang dapat bersetubuh dengan Ani yang montok, dan Bowo senang dapat belajar memuaskan istrinya. Dari kabar terakhir yang kudengar, Ani hamil tiga bulan kemudian. Entah anak siapa, soalnya sewaktu datang ketiga kali aku tumpahkan maniku dalam vagina Ani, habisnya nggak tahan dengan rintihannya itu. Tapi aku tetap berharap anak tersebut adalah anak Bowo, hasil sperma Bowo. Sejak itu, mereka tak lagi datang, sebab kusarankan agar mereka kontrol ke puskesmas.

Share:

Cerita Hot Dukun Cabul -Bagian 2 - Cabuli Ibu Pasien

Cerita Hot Dukun Cabul -Bagian 2 - Cabuli Ibu Pasien

CersexMaster - Cerita Hot Dukun Cabul - Agenbola24 - Malam itu saya baru saja happy-happy dengan Ridwan dan Niko, teman kampusku. Kami bertiga menghabiskan belasan botol bir pilsener untuk merayakan ultah Niko di rumah Niko. Saya pulang dengan pandangan yang agak goyang, tetapi sampai juga dengan selamat di rumah kontrakanku pas jam 10 malam.

Sehabis mandi dan makan mie rebus, saya menikmati tayangan sinetron humor di sebuah saluran TV  di ruang depan. Rumah kontrakanku memang kecil, tipe 21, cuma ada kamar tidur, ruang praktekku, dan secuil ruang depan atau ruang tamu. Sisanya ya.. dapur dan kamar mandilah. Waktu itu jam sudah beranjak ke angka 10 lewat 30 menit malam, tiba-tiba bel pintu berbunyi. “Permisi Mas Buto.., Mas.. permisi,” terdengar suara anak   lelaki dibalik luar pintu. Saya lantas membukakan pintu dan melihat siapa yang datang. “Eh Leo, ada apa  malam-malam begini   ?,” tanya pada Leo, anak   kelas tiga SD yang termasuk tetangga.

“Anu Mas.., Mbak Nining pingsan. Saya disuruh bapak minta bantu sama Mas Buto ngobatin Mbak Nining,” kata Leo sambil memegangi tanganku. Leo  merupakan anak Pak Lukas, pegawai negeri yang rumahnya hanya berjarak delapan rumah dari rumah kontrakanku. Sedangkan Nining yang disebut Leo, adalah kakak perempuan Leo yang sudah kelas dua SMU. “Oke-oke.., Leo pulang duluan ya, nanti Mas Buto susul,” pintaku padanya. Leo pulang, sementara saya menyiapkan peralatanku mulai dari minyak gosok, body lotion dan kembang, lalu pun menuju rumah Pak Lukas.

Cerita-Hot-Dukun-Cabul-Bagian-2-Cabuli-Ibu-Pasien“Ini lho Dik buto, Nining mendadak pingsan habis makan malam tadi. Saya jadi khawatir, mana bapaknya lagi dinas luar kota lagi,” Ibu Lukas langsung  menyampaikan kettannya sewaktu saya datang. “Lho kata Leo tadi bapak yang nyuruh saya datang, kok dinas luar gimana sih Bu?,” saya jadi sedikit kebingungan juga. “Iya tadi waktu Nining pingsan, saya telepon bapaknya dan dia yang suruh meminta bantuan Dik Buto,” jelas Ibu Lukas.

“Oh gitu, kini Nining mana? Biar saya lihat keadaannya,” “Ada Dik di dalam kamarnya, ayo saya antar,” Ibu Lukas bangkit dan mengantarku kekamar Nining. Istri Pak Lukas masih terlihat seksi walau usianya sudah masuk 37 tahun, apalagi malam itu cuma pakai daster longdres yang tipis. Lekuk tubuh dan kulitnya yang putih membayang jelas, soalnya saya jalan tepat di belakangnya waktu menuju kamar Nining.

Kulihat Nining meringkuk lemas di kamarnya, setelah kupegang dahinya kupastikan Nining cuma masuk angin. Kutuntaskan tugasku menyadarkan Nining dari pingsan, caranya amat gampang bagiku, dengan minyak gosok kuurut  urat dibelakang tengkuk Nining. stelah  itu, Nining sadar dan membuka matanya.

“Wah mahir sekali ya Dik buto ini,” puji Bu Lukas langsung mengalir begitu Nining bisa duduk ditepi ranjangnya. “Ah Ibu ini, saya cuma kebetulan punya kelebihan kok. Nah sekarang Nining minum air hangat yang banyak ya, biar punya energi,” kataku mengajurkan. Wajah Nining hampir sama indahnya dengan Bu Lukas, tapi bodynya masih belum terbentuk dengan dada yang masih menonjol kecil. “Makasih ya Mas, jadi ngerepotin,” Nining melempar senyum manisnya padaku. Setelah itu saya bangkit dan duduk di ruang tetamu, dan Bu Lukas ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk Nining.

“Gimana Dik buto? Penyakit Nining nggak berbahaya toh,” Bu Lukas bertanya dengan mimik serius menghampiriku dan duduk dikursi tepat dihadapanku, usai mengantar segelas teh ke kamar Nining. Pertanyaan yang lucu, tapi  membawa cukup celah bagiku untuk melancarkan aksi usilku. “ ada yang mengkhawatirkan Bu..,” sengaja tak kuteruskan kalimatku agar Bu Lukas bingung dan panik. “Menghawatirkan bagaimana toh? Sekalian disembuhkan  biar nggak  gitu lagi Dik,” benar dugaanku, Bu Lukas langsung panik dan mengharap jawabanku. Saya langsung pasang wajah serius dan mendekatkan wajahku dengan cara sedikit menunduk di meja tempat kami duduk berdua. Bu Lukas juga langsung merunduk mendekati wajahku untuk mendengar penjelasanku.

“ Bu, menuruti pengamatan batin saya, Nining bukan cuma masuk angin umum tapi ada orang iseng yang coba mengguna-gunai ia. Mungkin pacarnya, atau mungkin lelaki yang cintanya ditolak Nining, Bu,” kataku. “Ah masak sih Dik? Terus bagaimana dong,” Bu Lukas semakin merunduk, sehingga saya bisa melihat bongkahan pangkal susunya yang masih kencang dibalik daster tipisnya. “Ibu tenang saja, saya pasti bantu. Tapi syaratnya agak berat Bu, saya harus meruwat sebagian bagian tubuh Nining secara langsung,” saya menerangkan. “Meruwat gimana sih,” Bu Lukas semakin bingung. “Maaf ya Bu, tapi saya harus mengeluarkan guna-guna dari bagian vital Nining, payudara dan vaginanya. Tapi saya juga nggak tega, nanti ia malu lagi,” wajahku seperti orang yang sedang berpikir .

Cerita-Hot-Dukun-Cabul-Bagian-2-Cabuli-Ibu-Pasien“Apa ngak ada metode lain Dik, selain itu. Nining pasti nggak mau loh,” jawab Bu Lukas bermimik kebingungan. Saya tak seketika menjawab pertanyaan Bu Lukas. Jam kulihat telah menunjuk angka 11.30 malam didinding ruang tetamu. “Ada Bu cara lain, namanya transformasi. Saya dapat mengerjakan ruwat itu dengan media tubuh lain yang klasifikasi darahnya sama dengan Nining. Dik Leo golongan darahnya apa Bu?” tanyaku memancing.

“Wah.., sayang sekali Leo darahnya B. Tetapi sekiranya saya bisa nggak Dik? Saya juga B sama kayak Nining,” pancinganku rupanya membawa hasil.  itu, saya memberi arahan dan menerangkan bagaimana progres ruwat yang nantinya akan kulakukan pada Bu Lukas. Dengan kepala manggut-manggut, Bu Lukas akhirnya paham dengan penjelasanku. “Risih juga sih, tapi gimana lagi ya demi Nining? Iya deh Dik, terserah Dik Buto yang penting Nining sembuh sempurna,” katanya pasrah.

Waktu itu Nining dan Leo sudah tidur, dan Bu Lukas bersam beranjak ke kamar tidurnya untuk melaksanakan ruwatan itu. Kini di kamar itu, Bu Lukas lantas berbaring di ranjang dan saya duduk di tepi ranjang sebelah kiri.

“ Ibu konsentrasi fokus dan tujukan pikiran ke Nining ya,” “Ehm.. iya Dik, saya coba,” Bu Lukas yang terpejam makin kelihatan cantiknya, wajahnya mirip artis Nani Wijaya di masa muda dulu. Kutelusur pandanganku dari wajah sampai ujung kaki Bu Lukas, bodynya malahan masih amat bagus mirip gadis 24 tahunan dengan buah dada yang lumayan dan kulit mulus betisnya yang putih. Saya mulai beraksi, tanganku mulai mengusap-usap kening, pipi, dan leher Bu Lukas, itu kulkan sekitar lima menit lamanya.

“Saya buka matanya Bu,” pintaku langsung diikuti Bu Lukas.

“Maaf ya Bu, saya harus teruskan pelaksanaannya. Mungkin Ibu agak rikuh, tetapi saya sudah sering kali menjalankan seperti ini kok, jadi Ibu nggak usah khawatir ya, soalnya memang begitu caranya,”

“Duh gimana ya Dik..? tapi nggak usah cerita ke bapak ya jika pelaksanaannya seperti ini,” Bu Lukas terlihat bersemu rikuh, mungkin dirinya mulai berpikir sesaat lagi lelaki yang bukan suaminya ini akan melihatsegala lekuk tubuh dan komponen vital yang selama ini cuma untuk Pak Lukas.

“Iya Bu, itu  kewajiban saya kok,” saya lalu meminta Bu Lukas menanggalkan Bra dan Cd nya, daster tipisnya sengaja kusisakan untuk menutup rikuhnya. Bu Lukas kembali terpejam, dan pelan-pelan saya membuka dua kancing daster bagian atasnya dan menurunkan daster itu sebatas perut,  buah dada Bu Lukas yang syuur itu bebas keluar. Benar dugaanku tubuh Bu Lukas memang sangat mulus dan terawat, putih dan tidak bercacat dengan perawakan proporsional.

“Maaf ya Bu,” saya langsungl mengusap sekitar buah dada Bu Lukas dengan usapan tangan searah jarum jam. Bu Lukas tak bersuara, namun keningnya terkadang berkerut ditengah usapan-usapan lembut tangan kananku didadanya.

Usapan kunaikan menjadi remasan kecil dan mulai menyentuh puting susunya, kadang kucubit kecil puting susu itu membikin Bu Lukas menggelinjang  geli, namun konsisten tetap tak bersuara.

Sambil mengusapi buah dadanya, saya mulai mengusap bagian betis Bu Lukas dan terus naik ke paha hingga daster bagian bawah tersingkap naik dan berkumpul ditengah perutnya. Kini, panorama dihadapanku benar-benar menarik hati kejantananku. Bu Lukas juga rupanya mempunyai Miss V   yang menawan dihiasi bulu tebal yang dicukur rapi 2 cm panjangnya.

“Ibu boleh buka mata,” kataku.

“Terus apa lagi Dik,” tanya Bu Lukas dengan raut memerah bertambah rikuh padaku.

Cerita-Hot-Dukun-Cabul-Bagian-2-Cabuli-Ibu-Pasien“Maaf Bu, kini tahap utamanya, saya mesti menyedot guna-guna di tubuh Nining dengan media tubuh Ibu. Ibu bisa tahan kan? Paling prosesnya hanya makan waktu 15 menit. Namun tahap ini Ibu ngak boleh tutup mata,” jawabku meyakinkannya.

“Iya deh Dik.. namun bantu cepetan ya, saya rikuh nih,” Bu Lukas menjawab pasrah.

Dengan menatap wajah Bu Lukas yang bersemu merah saya mulai mendaratkan bibirku diputing susu kanan Bu Lukas, susu terdekat pada posisi dudukku disisi kiri ranjang. Puting yang ranum kemerahan itu kujilati perlahan lalu kuhisap-hisap beraturan.

“Hsst uuhh.. Dik,” bunyi  Bu Lukas terdengar waktu hisapanku agak kuat diputing susunya. Putting susu kiri jadi sasaran hisap dan jilatan berikutnya, sementara kedua tanganku memeganggi susu seksi Bu Lukas sambil terus menghisap dan menjilat bergantian susu itu.

“Uhh.. gelii Dik..,” Bu Lukas mengelinjang dikala isapan dan jilatan dikedua susunya kupercepat ritmenya, tangannya meremasi sprei ranjang.

“Sekiranya sebentar lagi ya Bu, hampir selesai dibagian ini. Saya tak tuntas nanti Nining nggak sembuh sempurna,” kataku menipunya. Saya mengambil dua tangan Bu Lukas dan meletakkannya supaya mendekap bahu dan leherku, dan aktifitasku kulanjutkan lagi menjilat dan menghisap susunya.

 Bu Lukas mulai tersengal dan remasan tangannya dibahuku kian lama kian kuat membendung geli yang amat disusunya.

“Mffhh oouhh..,” Bu Lukas mulai menggeliat-geliat mengikuti ritme jilatan di susunya. Kupandang wajahnya, ternyata terbukti rupanya sorot matanya mulai redup khas wanita yang dilanda libido . Tangan kananku lantas merayap menjelajahi perut dan pahanya. Bu Lukas kian terpojok, tangan kananku kini telah mulai mengusap usap paha bagian dalam Bu Lukas, kakinya merenggang dengan posisi lutut kaki kanan dinaikan sehingga tanganku lebih leluasa menggerayangi paha bagian dalam itu. Kini jemariku menyentuh bibir Miss V   Bu Lukas, dari situ saya tahu Bu Lukas telah dirasuki daya seksualitas yang sangat, kurasakan tanganku menyentuh cairan kental yang telah membasahi vaginanya.
Cerita-Hot-Dukun-Cabul-Bagian-2-Cabuli-Ibu-Pasien

“Oke Bu, sudah selesai di bagian dada. Saya masuk tahap utama kedua, saya harus menghisap dan mengeluarkan guna-guna di tubuh Nining via kemaluan Ibu. Ibu tahan ya,” Kulihat Bu Lukas sudah pasrah benar, dengan pandangan sayu dia cuma bisa mengangguk. Saya malahan langsung beralih ke posisi dan jongkok pas disela kedua kakinya yang sudah tertekuk naik.  Bu Lukas memang telah basah, tapi dua bibirnya masih sangatr anum dan terlihatkencang. Kubersihkan vaginanya dengan ujung sprei yang berhasilsukses kuraih, saya lalu mulai menjilati vaginanya.

“Aauuhh.. iihh.. geelii Dik, saya nggak tahan,” Bu Lukas pekik tertahan dan tangannya meremasi kepal di selangkangannya.

“  , Saya harus cari posisi guna-gunanya. Agak geli Bu ya,” aktifitas sengaja kuhentikan dan mengajak Bu Lukas bicara.

“Ehhmm he-eh Dik, geli sekali, soalnya saya nggak pernah dijilatin gitu itunya,” Bu Lukas bicara dengan suara serak dan napas tersengal, saya lanjutkan lagi aktifitasku. Saya yakin ini pengalaman baru buatnya sebab Pak Lukas tak pernah melaksanakan foreplay semacam ini tiap kali ngeseks dengan istrinya ini. Cairan asin yang keluar dari Miss V   Bu Lukas kian banyak, dan kini pinggulnya mulai bergerak mengikuti ritme jilatanku. Sambil melaksanakan itu kuintip wajah Bu Lukas yang telah total libidonya , kepalanya bergerak-gerak tidak beraturan setiap kali jilatan dan isapan kusasarkan di klitoris vaginanya bersamaan rintihan yang semakin tidak karuan dari bibirnya.

Kontolku telah berdiri tegak, apalagi melihat gerakan dan mendengar rintihan Bu Lukas yang kian erotis. Sambil beraktifitas kubuka celana sebatas paha sehingga kontolku yang berukuran lumayan panjang dan besar meloncat kegirangan.

“Bu.., guna-gunanya hampir keluar, tapi harus dicungkil dari dalam Miss V dengan jari atau alat lain,” saya hentikan jilatanku, dengan langsung menaikkan posisi tubuhku. Posisiku seolah menindih tubuhnya tapi tubuh kami tidak bersentuhan sebab kutopang dengan dua tanganku.

“Bagaimana Bu?,” sebelum Bu Lukas bereaksi saya bertanya dengan wajah sudah demikian dekat dengan wajahnya.

Cerita-Hot-Dukun-Cabul-Bagian-2-Cabuli-Ibu-Pasien“Terserah Dik, lakukanlah.. mffphh,” diluar dugaanku, Bu Lukas ternyata agresif menyambar bibirku dengan kuluman yang penuh nafsu. Topangan tanganku terlipat sehingga tubuh kami langsung saling tindih, dalam posisi itu kuusahakan celanaku lepas sempurna dari kaki, dan berhasil. Kini kontolku yang mengacung pas berada dibelahan bibir Miss V Bu Lukas. Ritme bibir kami masih berpagut padahal pinggul Bu Lukas mulai mendesak-desak naik mencari batang kenikmatanku.

Sengaja kondisi itu kugantung, saya ingin ia merengek dan meminta supaya saya menyetubuhinya.

“Mnffh.. uuhhm, ayo Dik cungkil guna-guna itu..,” Bu Lukas melepas pagutan bibirnya dan merengek padaku.

“Maaf Bu.., tapi apa Ibu nggak marah nih,” gurauku.

“Ayoo Dik Buto, udah kepalang tanggung lagipula.. oughh.. asstt,” belum selesai bicara, Bu Lukas langsung kuserang dengan ciuman di bibir, leher dan susu bergantian, sementara ujung kontolku yang sudah terjepit sebagian di bibir vaginanya kutekan masuk hingga amblas. Bleess.. jleepp.. jleepp. Bu Lukas menyambut kontolku dengan goyangan pinggulnya yang erotis, baru kali ini kurasa Miss V   wanita yang berkontraksi sebelum ia orgasme, orang bilang empot-empot.

“Ouuhh Dik.. aahh, eenaak Dik aeehh..,” Bu Lukas menceracau dan tangannya mengoyak-koyak pakaian yang masih kukenakan.  Pompa kontolku kutingkatkan  dan teratur dengan dua tangan menopang tubuh bagian atasku. Bu Lukas semakin hilang kendali, kepalanya bergerak kanan-kiri, gyang pinggulnya semakin liar seirama rintihannya yang makin kacau pula.

15 belas menit berlalu, dan kupikir Bu Lukas telah hampir tiba pada puncaknya.

“Aaahh Dik, saya mau keluar Dik..,” Bu Lukas bergerak kian pesat dibawah kendali kontolku. Sebelum ia mencapai orgasmenya, kontolku secepat mungkin kutarik keluar sekaligus menjauhkan diriku dari tubuhnya.

“Ouhhgghh.. ohh, kenapa berhenti Dik? Ayo dong teruskan, saya hampir sampai,” Bu Lukas merengek dengan wajah yang masih penuh libido .

“Maaf Bu, tapi telah selesai ruwatnya. Guna guna di tubuh Nining telah keluar via ruwat tadi, kan kita melaksanakannya untuk mengobati Nining,” kataku padanya.

Cerita-Hot-Dukun-Cabul-Bagian-2-Cabuli-Ibu-PasienBu Lukas tersentak sadar, mungkin ia kecewa juga telah hanyut dalam birahi seksualitas tadi. Tapi tak lama kemudian meluncur cerita dari bibirnya yang tipis, katanya Pak Lukas tak pernah memberikan kepuasan seksual yang maksimal, padahal hubungan seks mereka lakukan dua hari sekali.

“Bu.. apa Ibu berharap kita lanjutkan lagi?,” saya mengusap lembut dahi Bu Lukas.

“ Dik Buto nggak sudi, ya nggak apa kok,” Bu Lukas menampilkan raut kecewa.

“Bukan begitu Bu. Saya berharap melanjutkan asal kita berdua telanjang bulat, dan bantu Ibu bayangkan bahwa saya adalah Pak Lukas, agar nggak rikuh Bu,” kataku seraya melepas luruh dasternya yang terkumpul di bagian perut, saya pun menanggalkan bajuku.

Kami kembali saling pagut, dan saling tindih. kontolku langung kuhujamkan ke vaginanya dan kami kembali larut dalam permainan seks tengah malam. 

“Ahh oohh.. ngghh ahh,” Bu Lukas mengerang kuat mengigit bahuku ketika serangan orgasme tiba pada vaginanya. Kontraksi vaginanya terasa jelas menjepit-jepit kontolku yang masih aktif. Genjotan kunaikkan lebih kuat dan pesat, membikin Bu Lukas benar benar tuntas orgasme. Sesudah lama berselang, saya pun tiba pada puncak nikmatku.

“Ihh.. ohh sayang..,” tubuhku tegang dan kontolku terhentak hentak berkali kali dalam Miss V Bu Lukas sambil menyemburkan sperma . Saya lunglai dan mengambil daerah disisi kiri Bu Lukas, kami kelelahan tanpa sadar saling berpelukan dan alhasil tertidur.

Waktu jam telah menunjuk angka 07.30 Wita, bunyi di luar kamar Bu Lukas terdengar membuktikan Leo dan Nining sudah bangun. Saya dan Bu Lukas langsung menata diri dan mengenakan baju kami, lalu keluar menuju ruang depan.

“Sudah baikkan rasanya Dik Nining?,” saya seketika bertanya pada Nining yang melihat heran ke arah kami di ruang depan. Gawat pikirku, pasti Nining mengetahui apa yang terjadi dan akan melaporkannya pada Pak Lukas nantinya.

“Ohh, ini lo sayang, Mas buto ngobatin kamu dengan ruwat khusus, jadi harus nginap di sini untuk begadang semalam suntuk. Ibu temani ngobrol,” Bu Lukas seakan tahu sorot curiga di mata Nining.

“Ehmm, maaf ya Mas buto, Nining jadi ngerepotin,” untunglah Nining bisa ditipu, jika tidak berabe juga dong. Setelah basa-basi sebentar, saya lalu pulang ke rumah kontrakanku dan siapkan diri ke kampus lagi pagi itu. Entah kapan saya bisa menyetubuhi wanita semacam Bu Lukas lagi.
Share:

Cerita Hot Dukun Cabul - Bagian 1 - Pasang Susuk Di Vagina

Cerita Hot Dukun Cabul - Bagian 1 - Pasang Susuk Di Vagina

CersexMaster - Cerita hot dukun cabul - Di kampung aku di panggil Buto. Nama panggilan itu karena badanku yang besar dan tinggi semenjak remaja, berbeda dengan anak-anak yang lainnya.
Cerita-Hot-Dukun-Cabul-Pasang-Susuk-Di-Vagina-Bagian-1
Sejak itu aku sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Tidak heran banyak yang meminta pertolonganku untuk membantu dalam hal-gal gaib maupun masalah penyakit. Aku tidak tahu juga bagimana semua solusi yang kuberikan kepada mereka selalu manjur.

Saat ini usiaku 25 tahun, sedang kuliah di kota P. Di sana setelah kuceritakan hal  tersebut, banyak juga yang percaya.

Di suatu tengah hari aku kedatangan orang yang mau berobat, Siti namanya. Dia datang ke sini dengan diantar temanku Yeni yang pernah juga kuobati ketika terkena diabetes.

Cerita-Hot-Dukun-Cabul-Pasang-Susuk-Di-Vagina-Bagian-1"Mas, saya mau minta tolong. Suami saya suka sekali mencari wanita di luar. Padahal anak kami sudah satu."

Aku berpikir dalam batin obat apa yang cocok untuk masalah seperti ini. Namun dia kusuruh masuk dulu ke kamar praktekku.

"Mbak Siti, maaf pertanyaannya aneh, tapi saya harus tahu ukuran segala pakaian dan celana yang anda kenakan."
"Ngg anu Mas, kalau sepatu 36, celana sekarang pakai yang 28, biasa pakai 29."
Sambil itu aku ukur juga ukuran bahu, dada, perut, pinggang, kaki, pinggul dan lehernya.

Siti bercerita kalau baru beberapa bulan ini kelakukan suaminya berubah. Jika Siti marah, maka suaminya akan ancam cerai.

Kuanjurkan untuk memasang pemikat agar suaminya lengket seperti perangko. Kusuruh ia menanggalkan pakaiannya tanpa terkecuali, dan hanya memakai sarung motif batik yang telah kusediakan.

Awalnya ia ragu, namun melihat raut mukaku yang serius, dia melakukannya. Setelahnya ia kubaringkan di dipan bambu.
Cerita-Hot-Dukun-Cabul-Pasang-Susuk-Di-Vagina-Bagian-1"Tugas mbak sekarang cuma satu, cuma konsentrasi sama suami Mbak."

Matanya terpejam. Aku sekilas memperhatikan tubuhnya. Tubuhnya yang kecil lumayan menarik, apalagi cuma berbalut sarung. 

Kumulai ritualku seperti biasa. Kuciprakan air ke wajah dan tubuhnya. Kemudian sebatang bunga anggrek kuusapkan dari wajah hingga turun ke pangkal nenennya yang tertutup sarung dengan ketat.
"Mbak untuk selanjutnya tolong sarung di turunkan ke perut."

Dengan malu-malu dia turuti perkataanku. Kini nampak buah dadanya yang berukuran 35B. Lumayan untuk seorang ibu beranak satu.

Bunga anggrek itu kumainkan dari puting susunya dan turun ke perut, kemudian naik lagi ke puting. Kulakukan berulang-ulang. Aku suka melihat ekspresi terpejamnya yang menahan geli.

"Sekarang untuk proses selanjutnya silahkan tanggalkan sarung semuanya."
"Betul nih, Mas? Semuanya?"
Aku menggangguk. Dituruti juga walau dia seperti hendak protes.

Cerita-Hot-Dukun-Cabul-Pasang-Susuk-Di-Vagina-Bagian-1Kuusapkan kembali anggrek itu dari wajah ke puting, dan keperutnya. Siti bernafas dengan memburu. Rasa gelinya kin berubah menjadi birahi.

Kesempatanku untuk turun ke vaginanya. Kuusapkan di area tersebut beberapa waktu. Siti menjadi gelisah. Kakinya kadang terbuka sedikit, tidak bisa menahan rangsangan.

Ku buang anggrekku dan kini tanganku yang mengusap vaginanya yang berbulu jarang. Jariku bermain dengan bibir memeknya yang montok. Nafasnya sudah  tidak beraturan.

Kujepit klitorisnya dengan lembut. Cairan vaginanya mulai keluar. Kubuka sedikit lebih lebar pahanya.
"Tahan ya mbak ini sedang mau pasang susuknya."

Langsung ku maasukkan jariku ke lubang kenikmatan tersebut. "Uuhhhhh" lenguhnya. Pinggulnya menjadi liar gerak ke atas dan ke bawah, ke kiri dan ke kanan.

Dia sudah masuk kepermainanku. Permainan jemariku kuhentikan, kuganti dengan jilatan lidah. Sambilan kubuka reselting celanaku. Aku yang tidak memakai sempak langsung melepas liar penis yang sudah dari tadi mengeras.

Cerita-Hot-Dukun-Cabul-Pasang-Susuk-Di-Vagina-Bagian-1"Masss masih lama ya? Saya sudah tidak  tahan." Kepalaku dijepit dengan pahanya. Tangannya mendesak kepalaku untuk menjilat lebih dalam.

Bibirnya terus meracau keenakan. Aku langsung bangkit menindihnya dan kulumat bibir itu. Kontolku mengacung yang kuarahkan ke vaginanya yang licin. Bless!

Siti mendesis keenakan. Kuenjot pinggulku. Kontolku yang panjang menghujam vaginanya hingga sedalam-dalamnya.

Sekian belas menit kugenjot tiba-tiba Siti mengejang. Dia akan orgasme. Kakinya melingkar kuat dipantatku. Kontolku merasa nikmat sekali dengan tekanannya membuat aku akan keluar juga. Croooot Crooot! Tumpah maniku di dalam gua kenikamatan itu. Dia juga merasakan orgasme yang mebuat badannya menggelinjang hebat.
Cerita-Hot-Dukun-Cabul-Pasang-Susuk-Di-Vagina-Bagian-1
Kami kecapaian. Namun aku segera bangkit dan merapikan diri. Dirinya kubasuh dengan air kembang. "Maaf ya Mbak kalau prosesnya agak seronok." "I iya yang penting hubunganku dengan suami bisa harmonis kembali", katanya dengan kikuk.

Setelah itu dia pergi dengan meninggalkan beberapa lembar lima puluh ribuan.

Entah susukku manjur atau tidak, Siti tidak pernah kembali lagi komplain masalah rumah tangganya. Namun dia sempat kembali ketika untuk minta penglaris bagi warungnya yang baru buka. Kuadakan ritual lagi baginya, namun tidak melalui hubungan seks lagi, takutnya dia curiga.

Tapi dia malah heran kenapa ritualnya tidak seperti yang pertama. Karena dia bertanya, maka kuarahkan kesempatan itu dengan memberikan ritual itu kembali. Kelihatannya dia menjadi ketagihan dengan ritual ini. Aku merasa sangat beruntung, sudah dapat duit, dapat seks pula.

Share:
Cersex Master, Pokerhost

Postingan Populer

Mengenai Saya

Foto saya
Anda hanya perlu mengisi semua kolom dengan data yang menyeluruh dan benar, setelah itu akun slot pragmatic play kamu akan dikirimkan secara langsung
Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Pages

close
Cersex Master, LineDomino