• Agenbola24

    Agenbola24 merupakan bandar resmi Piala Dunia Russia 2018. Temukan pengalaman betting berbeda dengan kami.

Cersex Kenangan Indah Bersama Supir – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

Cersex Kenangan Indah Bersama Supir – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


Kisah Seks Supir ini berjudul ” Cersex Kenangan Indah Bersama Supir ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2017.

cersex, cerita ngentot terbaru, cerita panas, cerita mesum, Cerita Sex – Kisah ini terjadi ketika aku masih SMU, ketika umurku masih 18 tahun, waktu itu rambutku masih sepanjang sedada dan hitam (sekarang sebahu lebih dan sedikit merah). Di SMU aku termasuk sebagai anak yang menjadi incaran para cowok.

Tubuhku cukup proporsional untuk seusiaku dengan buah dada yang sedang tapi kencang serta pinggul yang membentuk, pinggang dan perutku pun ukurannya pas karena rajin olahraga, ditambah lagi kulitku yang putih mulus ini. Aku pertama mengenal seks dari pacarku yang tak lama kemudian putus, pengalaman pertama itu membuatku haus seks dan selalu ingin mencoba pengalaman yang lebih heboh. Beberapa kali aku berpacaran singkat yang selalu berujung di ranjang. Aku sangat jenuh dengan kehidupan seksku, aku menginginkan seseorang yang bisa membuatku menjerit-jerit dan tak berkutik kehabisan tenaga.

Ketika itu aku belum diijinkan untuk membawa mobil sendiri, jadi untuk keperluan itu orang tuaku mempekerjakaan mang Indra sebagai sopir pribadi keluarga kami merangkap pembantu. Dia berusia sekitar 30-an dan mempunyai badan yang tinggi besar serta berisi, kulitnya kehitam-hitaman karena sering bekerja di bawah terik matahari (dia dulu bekerja sebagai sopir truk di pelabuhan). Aku sering memergokinya sedang mengamati bentuk tubuhku, memang sih aku sering memakai baju yang minim di rumah karena panasnya iklim di kotaku. Waktu mengantar jemputku juga dia sering mencuri-curi pandang melihat ke pahaku dengan rok seragam abu-abu yang mini. Begitu juga aku, aku sering membayangkan bagaimana bila aku disenggamai olehnya, seperti apa rasanya bila batangnya yang pasti kekar seperti tubuhnya itu mengaduk-aduk kewanitaanku. Tapi waktu itu aku belum seberani sekarang, aku masih ragu-ragu memikirkan perbedaan status diantara kami.


Obsesiku yang menggebu-gebu untuk merasakan ML dengannya akhirnya benar-benar terwujud dengan rencana yang kusiapkan dengan matang. Hari itu aku baru bubaran pukul 3 karena ada ekstra kurikuler, aku menuju ke tempat parkir dimana Mang Indra sudah menunggu. Aku berpura-pura tidak enak badan dan menyuruhnya cepat-cepat pulang. Di mobil, sandaran kursi kuturunkan agar bisa berbaring, tubuhku kubaringkan sambil memejamkan mata. Begitu juga kusuruh dia agar tidak menyalakan AC dengan alasan badanku tambah tidak enak, sebagai gantinya aku membuka dua kancing atasku sehingga bra kuningku sedikit tersembul dan itu cukup menarik perhatiannya.

“Non gak apa-apa kan? Sabar ya, bentar lagi sampai kok” hiburnya

Waktu itu dirumah sedang tidak ada siapa-siapa, kedua orang tuaku seperti biasa pulang malam, jadi hanya ada kami berdua. Setelah memasukkan mobil dan mengunci pagar aku memintanya untuk memapahku ke kamarku di lantai dua. Di kamar, dibaringkannya tubuhku di ranjang. Waktu dia mau keluar aku mencegahnya dan menyuruhnya memijat kepalaku. Dia tampak tegang dan berkali-kali menelan ludah melihat posisi tidurku itu dan dadaku yang putih agak menyembul karena kancing atasnya sudah terbuka, apalagi waktu kutekuk kaki kananku sehingga kontan paha mulus dan CD-ku tersingkap. Walaupun memijat kepalaku, namun matanya terus terarah pada pahaku yang tersingkap. Karena terus-terusan disuguhi pemandangan seperti itu ditambah lagi dengan geliat tubuhku, akhirnya dia tidak tahan lagi memegang pahaku. Tangannya yang kasar itu mengelusi pahaku dan merayap makin dalam hingga menggosok kemaluanku dari luar celana dalamku.

“Sshh.. Mang” desahku dengan agak gemetar ketika jarinya menekan bagian tengah kemaluanku yang masih terbungkus celana dalam.

cersex, cerita ngentot terbaru, cerita panas, cerita mesum, “Tenang Non.. saya sudah dari dulu kesengsem sama Non, apalagi kalau ngeliat Non pake baju olahraga, duh tambah gak kuat amang ngeliatnya juga” katanya merayu sambil terus mengelusi bagian pangkal pahaku dengan jarinya.

Indra mulai menjilati pahaku yang putih mulus, kepalanya masuk ke dalam rok abu-abuku, jilatannya perlahan-lahan mulai menjalar menuju ke tengah. Aku hanya dapat mencengkram sprei dan kepala Indra yang terselubung rokku saat kurasakan lidahnya yang tebal dan kasar itu menyusup ke pinggir celana dalamku lalu menyentuh bibir vaginaku. Bukan hanya bibir vaginaku yang dijilatinya, tapi lidahnya juga masuk ke liang vaginaku, rasanya wuiihh..gak karuan, geli-geli enak seperti mau pipis. Tangannya yang terus mengelus paha dan pantatku mempercepat naiknya libidoku, apalagi sejak sejak beberapa hari terakhir ini aku belum melakukannya lagi.

Sesaat kemudian, Indra menarik kepalanya keluar dari rokku, bersamaan dengan itu pula celana dalamku ikut ditarik lepas olehnya. Matanya seperti mau copot melihat kewanitaanku yang sudah tidak tertutup apa-apa lagi dari balik rokku yang tersingkap. Dia dekap tubuhku dari belakang dalam posisi berbaring menyamping. Dengan lembut dia membelai permukaannya yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu. Sementara tangan yang satunya mulai naik ke payudaraku, darahku makin bergolak ketika telapak tangannya yang kasar itu menyusup ke balik bra-ku kemudian meremas daging kenyal di baliknya.

“Non, teteknya bagus amat.. sama bagusnya kaya memeknya, Non marah ga saya giniin?” tanyanya dekat telingaku sehingga deru nafasnya serasa menggelitik.

Aku hanya menggelengkan kepalaku dan meresapi dalam-dalam elusan-elusan pada daerah sensitifku. Indra yang merasa mendapat restu dariku menjadi semakin buas, jari-jarinya kini bukan hanya mengelus kemaluanku tapi juga mulai mengorek-ngoreknya, cup bra-ku yang sebelah kanan diturunkannya sehingga dia dapat melihat jelas payudaraku dengan putingnya yang mungil.
Aku merasakan benda keras di balik celananya yang digesek-gesek pada pantatku. Indra kelihatan sangat bernafsu melihat payudaraku yang montok itu, tangannya meremas-remas dan terkadang memilin-milin putingnya. Remasannya semakin kasar dan mulai meraih yang kiri setelah dia pelorotkan cup-nya. Ketika dia menciumi leher jenjangku terasa olehku nafasnya juga sudah memburu, bulu kudukku merinding waktu lidahnya menyapu kulit leherku disertai cupangan. Aku hanya bisa meresponnya dengan mendesah dan merintih, bahkan menjerit pendek waktu remasannya pada dadaku mengencang atau jarinya mengebor kemaluanku lebih dalam. Cupanganya bergerak naik menuju mulutku meninggalkan jejak berupa air liur dan bekas gigitan di permukaan kulit yang dilalui. Bibirnya akhirnya bertemu dengan bibirku menyumbat eranganku, dia menciumiku dengan gemas.

Pada awalnya aku menghindari dicium olehnya karena Indra perokok jadi bau nafasnya tidak sedap, namun dia bergerak lebih cepat dan berhasil melumat bibirku. Lama-lama mulutku mulai terbuka membiarkan lidahnya masuk, dia menyapu langit-langit mulutku dan menggelikitik lidahku dengan lidahnya sehingga lidahku pun turut beradu dengannya. Kami larut dalam birahi sehingga bau mulutnya itu seolah-olah hilang, malahan kini aku lebih berani memainkan lidahku di dalam mulutnya. Setelah puas berrciuman, Indra melepaskan dekapannya dan melepas ikat pinggang usangnya, lalu membuka celana berikut kolornya. Maka menyembullah kemaluannya yang sudah menegang daritadi. Aku melihat takjub pada benda itu yang begitu besar dan berurat, warnanya hitam pula. Jauh lebih menggairahkan dibanding milik teman-teman SMU-ku yang pernah ML denganku. Dengan tetap memakai kaos berkerahnya, dia berlutut di samping kepalaku dan memintaku mengelusi senjatanya itu. Akupun pelan-pelan meraih benda itu, ya ampun tanganku yang mungil tak muat menggenggamnya, sungguh fantastis ukurannya.

“Ayo Non, emutin kontol saya ini dong, pasti yahud rasanya kalo diemut sama Non” katanya.
Kubimbing penis dalam genggamanku ke mulutku yang mungil dan merah, uuhh.. susah sekali memasukkannya karena ukurannya. Sekilas tercium bau keringat dari penisnya sehingga aku harus menahan nafas juga terasa asin waktu lidahku menyentuh kepalanya, namun aku terus memasukkan lebih dalam ke mulutku lalu mulai memaju-mundurkan kepalaku. Selain menyepong tanganku turut aktif mengocok ataupun memijati buah pelirnya.

“Uaahh.. uueennakk banget, Non udah pengalaman yah” ceracaunya menikmati seponganku, sementara tangannya yang bercokol di payudaraku sedang asyik memelintir dan memencet putingku.
Setelah lewat 15 menitan dia melepas penisnya dari mulutku, sepertinya dia tidak mau cepat-cepat orgasme sebelum permainan yang lebih dalam. Akupun merasa lebih lega karena mulutku sudah pegal dan dapat kembali menghirup udara segar. Dia berpindah posisi di antara kedua belah pahaku dengan penis terarah ke vaginaku. Bibir vaginaku disibakkannya sehingga mengganga lebar siap dimasuki dan tangan yang satunya membimbing penisnya menuju sasaran.

“Tahan yah Non, mungkin bakal sakit sedikit, tapi kesananya pasti ueenak tenan” katanya.
Penisnya yang kekar itu menancap perlahan-lahan di dalam vaginaku. Aku memejamkan mata, meringis, dan merintih menahan rasa perih akibat gesekan benda itu pada milikku yang masih sempit, sampai mataku berair. Penisnya susah sekali menerobos vaginaku yang baru pertama kalinya dimasuki yang sebesar itu (milik teman-temanku tidak seperkasa yang satu ini) walaupun sudah dilumasi oleh lendirku.

FOTO BOKEP DISINI

Indra memaksanya perlahan-lahan untuk memasukinya. Baru kepalanya saja yang masuk aku sudah kesakitan setengah mati dan merintih seperti mau disembelih. Ternyata si Indra lihai juga, dia memasukkan penisnya sedikit demi sedikit kalau terhambat ditariknya lalu dimasukkan lagi. Kini dia sudah berhasil memasukkan setengah bagiannya dan mulai memompanya walaupun belum masuk semua. Rintihanku mulai berubah jadi desahan nikmat. Penisnya menggesek dinding-dinding vaginaku, semakin cepat dan semakin dalam, saking keenakannya dia tak sadar penisnya ditekan hingga masuk semua. Ini membuatku merasa sakit bukan main dan aku menyuruhnya berhenti sebentar, namun Indra yang sudah kalap ini tidak mendengarkanku, malahan dia menggerakkan pinggulnya lebih cepat. Aku dibuatnya serasa terbang ke awang-awang, rasa perih dan nikmat bercampur baur dalam desahan dan gelinjang tubuh kami.

“Oohh.. Non Citra, sayang.. sempit banget.. memekmu.. enaknya!” ceracaunya di tengah aktivitasnya.

Dengan tetap menggenjot, dia melepaskan kaosnya dan melemparnya. Sungguh tubuhnya seperti yang kubayangkan, begitu berisi dan jantan, otot-ototnya membentuk dengan indah, juga otot perutnya yang seperti kotak-kotak. Dari posisi berlutut, dia mencondongkan tubuhnya ke depan dan menindihku, aku merasa hangat dan nyaman di pelukannya, bau badannya yang khas laki-laki meningkatkan birahiku. Kembali dia melancarkan pompaannya terhadapku, kali ini ditambah lagi dengan cupangan pada leher dan pundakku sambil meremas payudaraku. Genjotannya semakin kuat dan bertenaga, terkadang diselingi dengan gerakan memutar yang membuat vaginaku terasa diobok-obok.

“Ahh.. aahh.. yeahh, terus entot gua Mang” desahku dengan mempererat pelukanku.
Aku mencapai orgasme dalam 20 menit dengan posisi seperti ini, aku melepaskan perasaan itu dengan melolong panjang, tubuhku mengejang dengan dahsyat, kukuku sampai menggores punggungnya, cairan kenikmatanku mengalir deras seperti mata air. Setelah gelombang birahi mulai mereda dia mengelus rambut panjangku seraya berkata, “Non cantik banget waktu keluar tadi, tapi Non pasti lebih cantik lagi kalau telanjang, saya bukain bajunya yah Non, udah basah gini”.
cersex, cerita ngentot terbaru, cerita panas, cerita mesum, Aku cuma bisa mengangguk dengan nafas tersenggal-senggal tanda setuju. Memang badanku sudah basah berkeringat sampai baju seragamku seperti kehujanan, apalagi AC-nya tidak kunyalakan. Indra meloloskan pakaianku satu persatu, yang terakhir adalah rok abu-abuku yang dia turunkan lewat kakiku, hingga kini yang tersisa hanya sepasang anting di telingaku dan sebuah cincin yang melingkar di jariku.

Dia menelan ludah menatapi tubuhku yang sudah polos, butir-butir keringat nampak di tubuhku, rambutku yang terurai sudah kusut. Tak henti-hentinya di memuji keindahan tubuhku yang bersih terawat ini sambil menggerayanginya. Kemudian dia balikkan tubuhku dan menyuruhku menunggingkan pantat. Akupun mengangkat pantatku memamerkan vaginaku yang merah merekah di hadapan wajahnya. Indra mendekatkan wajahnya ke sana dan menciumi kedua bongkahan pantatku, dengan gemas dia menjilat dan mengisap kulit pantatku, sementara tangannya membelai-belai punggung dan pahaku. Mulutnya terus merambat ke arah selangkangan. Aku mendesis merasakan sensasi seperti kesetrum waktu lidahnya menyapu naik dari vagina sampai anusku. Kedua jarinya kurasakan membuka kedua bibir vaginaku, dengusan nafasnya mulai terasa di sana lantas dia julurkan lidahnya dan memasukkannya disana. Aku mendesah makin tak karuan, tubuhku menggelinjang, wajahku kubenamkan ke bantal dan menggigitnya, pinggulku kugerak-gerakkan sebagai ekspresi rasa nikmat.

Di tengah-tengah desahan nikmat mendadak kurasakan kok lidahnya berubah jadi keras dan besar pula. Aku menoleh ke belakang, ternyata yang tergesek-gesek di sana bukan lidahnya lagi tapi kepala penisnya. Aku menahan nafas sambil menggigit bibir merasakan kejantanannya menyeruak masuk. Aku merasakan rongga kemaluanku hangat dan penuh oleh penisnya. Urat-urat batangnya sangat terasa pada dinding kemaluanku.

“Oouuhh.. Mang!” itulah yang keluar dari mulutku dengan sedikit bergetar saat penisnya amblas ke dalamku.

Dia mulai mengayunkan pinggulnya mula-mula lembut dan berirama, namun semakin lama frekuensinya semakin cepat dan keras. Aku mulai menggila, suaraku terdengar keras sekali beradu dengan erangannya dan deritan ranjang yang bergoyang. Dia mencengkramkan kedua tangannya pada payudaraku, terasa sedikit kukunya di sana, tapi itu hanya perasaan kecil saja dibanding sensasi yang sedang melandaku. Hujaman-hujaman yang diberikannya menimbulkan perasaan nikmat ke seluruh tubuhku.

Aku menjerit kecil ketika tiba-tiba dia tarik rambutku dan tangan kanannya yang bercokol di payudaraku juga ikut menarikku ke belakang. Rupanya dia ingin menaikkanku ke pangkuannya. Sesudah mencari posisi yang enak, kamipun meneruskan permainan dengan posisi berpangkuan membelakanginya. Aku mengangkat kedua tanganku dan melingkari lehernya, lalu dia menolehkan kepalaku agar bisa melumat bibirku. Aku semakin intens menaik-turunkan tubuhku sambil terus berciuman dengan liar. Tangannya dari belakang tak henti-hentinya meremasi dadaku, putingku yang sudah mengeras itu terus saja dimain-mainkan. Gelinjang tubuhku makin tak terkendali karena merasa akan segera keluar, kugerakkan badanku sekuat tenaga sehingga penis itu menusuk semakin dalam.

cersex, cerita ngentot terbaru, cerita panas, cerita mesum, Mengetahui aku sudah diambang klimaks, tiba-tiba dia melepaskan pelukannya dan berbaring telentang. Disuruhnya aku membalikan badanku berhadapan dengannya. Harus kuakui dia sungguh hebat dan pandai mempermainkan nafsuku, aku sudah dibuatnya beberapa kali orgasme, tapi dia sendiri masih perkasa. Dia biarkan aku mencari kepuasanku sendiri dalam gaya woman on top. Kelihatannya dia sangat senang menyaksikan payudaraku yang bergoyang-goyang seirama tubuhku yang naik turun. Beberapa menit dalam posisi demikian dia menggulingkan tubuhnya ke samping sehingga aku kembali berada di bawah. Genjotan dan dengusannya semakin keras, menandakan dia akan segera mencapai klimaks, hal yang sama juga kurasakan pada diriku. Otot-otot kemaluanku berkontraksi semakin cepat meremas-remas penisnya. Pada detik-detik mencapai puncak tubuhku mengejang hebat diiringi teriakan panjang. Cairan cintaku seperti juga keringatku mengalir dengan derasnya menimbulkan suara kecipak.

Indra sendiri sudah mulai orgasme, dia mendesah-desah menyebut namaku, penisnya terasa semakun berdenyut dan ukurannya pun makin membengkak, dan akhirnya.. dengan geraman panjang dia cabut penisnya dari vaginaku. Isi penisnya yang seperti susu kental manis itu dia tumpahkan di atas dada dan perutku. Setelah menyelesaikan hajatnya dia langsung terkulai lemas di sebelah tubuhku yang berlumuran sperma dan keringat. Aku yang juga sudah KO hanya bisa berbaring di atas ranjang yang seprei nya sudah berantakan, mataku terpejam, buah dadaku naik turun seiring nafasku yang ngos-ngosan, pahaku masih mekangkang, celah vaginaku serasa terbuka lebih lebar dari biasanya. Dengan sisa-sisa tenaga, kucoba menyeka ceceran sperma di dadaku, lalu kujilati maninya dijari-jariku.
Sejak saat itu, Indra sering memintaku melayaninya kapanpun dan dimanapun ada kesempatan. Waktu mengantar-jemputku tidak jarang dia menyuruhku mengoralnya. Tampaknya dia sudah ketagihan dan lupa bahwa aku ini nona majikannya, bayangkan saja terkadang saat aku sedang tidak mood pun dia memaksaku. Bahkan pernah suatu ketika aku sedang mencicil belajar menjelang Ebtanas yang sudah 2 minggu lagi, tiba-tiba dia mendatangiku di kamarku (saat itu sudah hampir jam 12 malam dan ortuku sudah tidur), karena lagi belajar aku menolaknya, tapi saking nafsunya dia nekad memperkosaku sampai dasterku sedikit robek, untung kamar ortuku letaknya agak berjauhan dariku. Meskipun begitu aku selalu mengingatkannya agar menjaga sikap di depan orang lain, terutama ortuku dan lebih berhati-hati kalau aku sedang subur dengan memakai kondom atau membuang di luar. Tiga bulan kemudian Indra berhenti kerja karena ingin mendampingi istrinya yang TKW di Timur Tengah, lagipula waktu itu aku sudah lulus SMU dan sudah diijinkan untuk membawa mobil sendiri.

Cerita Sex Selingkuh,Cerita Sex Pasutri,Cersex,Cerita Sex 2017,Cerita Ngentot Terbaru,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Mesum,Cerita Hot,Cerita Sex Bergambar,Cerita Sex Panas,Cerita Bokep Seks,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Tante,Kisah Seks,Cerita Panas,Cerita Mesum,
Share:

Cerita Dewasa Nafsu Yang Tidak Tertahankan Lagi

Waktu menunjukkan pukul 13.30 ketika Heni tiba di plaza tendean, tempat janian ketemuan dengan Fikri. Ketika itu di sms Heni bilang bahwa Heni kepengen keteuan, Fikri Langsung menelpon dan ketemuan.Fikri sebenarnya sudah bisa menebak alasan kenapa Heni minta ketemuan. Bagaimanapun, mereka pernah jalan bareng selama 6 bulan.
“Ok deh Bel, kita ketemuan di Plaza Tendean saja ya, kan lumayan di tengah-tengah tuh” kata Fikri di telepon.
Heni mengiyakan. Lalu Fikri menambahkan
“Tapi, gue mau lo berpakaian seperti ini…”. Heni mendengarkan ucapan Fikri, lalu wajahnya memerah jengah.
“Ih, gila lo ya Fik” kata Heni tersipu.
“Mau nggak?” balas Fikri nakal.
“Ya udah deh” jawab Heni pasrah, timbang ga jadi ketemuan dengan Fikri.
Dan disinilah Heni, menunggu Fikri yang masih dalam perjalanan. Orang-orang melihat seorang cewek cukup tinggi, berambut pendek warna brunette turun dari taxy, mengenakan kemeja terusan warna khaki.Belt coklat besar menghiasi pinggangnya, dan boot pendek yang sewarna dengan belt-nya menutup kakinya. Kemejanya yang tidak terkancing 2 kancing atasnya menunjukkan belahan toked putih Heni yang membusung. Heni masuk ke café Melati dan langsung pesan minuman, lalu duduk manis di pojok café. Para karyawan & pengunjung café memandang cewek yang duduk di pojok begitu jutek dan dingin, sehingga tidak ada yang mengganggu.

Cerita Dewasa Master : Nafsu Yang Tidak Tertahankan Lagi
Padahal, situasi diri Heni bertolak belakang dengan tampilan luarnya. Jantungnya berdebar kencang dan nafasnya agak tidak beraturan, akibat nafsu birahi yang menggelora sejak siang tadi. Mengapa si lonte ini belum-belum sudah horny habis seperti ini? Silakan baca runtutan peristiwa hari kemarinnya dan 2 jam sebelumnya di sini.
“Sialan Fikri lama banget sih. Gue jadi makin deg-degan jadinya. Aduuhh..mana mhemek gue berkedut-kedut terus.
Makin basah deh…” runtuk Heni dalam hati tak berdaya mengekang nafsu birahinya.
Padahal Fikri cuma terlambat sekitar 5 menitan. Heni berupaya mengalihkan perhatiannya dengan mengecek status FBnya di HP. Tiba-tiba ada seseorang sudah berada di samping Heni dan langsung menyapa
“Hai Hen. Sory agak telat ya” sapa Fikri. Agak kaget Heni mendongak ke samping, dan dengan senangnya bangkit untuk memeluk dan mengecup ringan pipi cowok tersebut.
“Ih tambah gemuk aja lo” ujar Heni genit.
Fikri memang berperawakan agak gemuk. Keliatannya, kerjaannya yang di belakang meja, memanjakan perut dan tubuhnya.
Mereka langsung beranjak pergi menuju tempat mobil Fikri di parkir. Fikri melirik ke arah Heni yang menggelayut manja di lengannya. Karena Heni sekepala lebih rendah dari Fikri, dengan mudah Fikri melihat ke belahan toked Heni yang menantang.
“Ehm, keliatannya lo ngikutin request gue nih” kata Fikri dengan seringai nakal.
“hu-uh.. Iya, gue ga pake BH” rajuk Heni manja dan agak tersipu. Fikri terkekeh puas. Akibat tidak memakai BeHa pulalah, nafsu Heni semakin tak tertahannkan. Rasa khawatir orang-orang bakal tahu kalo tokednya cuma ditutupi sehelai kain tipis kemejanya, dan gesekan halus bahan kemeja pada putingnya, membuat puting Heni menegang horny.
Mobil Fikri di parkir di basement yang sepi. Tak ada petugas parkir yang berkeliaran seperti halnya di mall-mall besar. Begitu Heni masuk dan duduk di sebelah Fikri, Fikri langsung meraih kepala Heni, dan melumat bibir sensual Heni dengan penuh nafsu. Heni meladeni ciuman Fikri dengan nafsu yang tak kalah hebatnya. Hampir semenit kedua insan penuh birahi ini saling melumat bibir, memainkan lidah di mulut pasangannya dan diselingi gigitan kecil di bibir bawah.

Nafas Heni semakin memburu dan jantungnya berdebar makin kencang, ketika tangan kanan Fikri dengan bebasnya masuk ke balik kemejanya dan merengkuh toked sebelah kirinya dengan ganas. “Uuuugggnnnnnnn…” desah Heni refleks keluar begitu merasakan tokednya diremas-remas oleh Fikri. Tubuh Heni jadi menggelinjang kecil ketika putingnya dijepit kuat oleh jari Fikri, dan dipilin-pilin.
Tidak peduli mereka sedang di tempat umum, Fikri membuka 2 kancing lagi dari kemeja Heni dan menyibakkannya ke samping. Kedua buah melon segar berwarna putih muncul ke permukaan, menantang pandangan Fikri. Puting Heni yang besar sudah mengacung tegak sebagai indikator empunya sedang dilanda libido tinggi. Mata Fikri melotot demi melihat sepasang toked yang besar dan indah tersebut.
“Gila, makin gede aja toked lo Hen. Cowok lo pasti rajin nggarap toked lo ya” ujar Fikri tersengal-sengal penuh nafsu.
Heni bersemu merah dan tidak sempat menyelesaikan jawaban karena kedua tangan Fikri langsung maju dan meremas kedua tokednya kuat-kuat.
“Gitu ddee…hmmppffffffff..sssshhhh..” desah Heni lebih erotis lagi.
Sambil jari-jarinya memutar-mutar bongkahan toked Heni dan memilin-milin putingnya, Fikri berkata
“Buka paha lo Bel, gue pengen lihat lo pegang janji ga”. Sambil tetap mendesah-desah menahan kenikmatan di dadanya, kedua tangan Heni bergerak untuk melepaskan 2 kancing terbawah kemeja terusannya, kemudian menyibakkannya ke samping.
Fikri dengan jelas melihat gundukan montok mhemek Heni yang berjembi tipis di puncak belahan mhemek ini.
“Hehehe.. pasti lo horny habis disepanjang jalan karena ga pake BeHa dan CD ya Hen” kekeh Fikri penuh kemenangan. “Buka paha lo” perintah Fikri sambil tangannya membuka paha putih mulus Heni.
Jemari Fikri langsung meremas kedua bongkah bakpao montok tersebut.
“Aiieehhh…..Ahhhhh…” pekik Heni kaget.
Dari selangkangannya seolah ada kejutan listrik yang langsung bergerak menyebar ke seluruh tubuhnya. Apalagi Fikri tidak berhenti sampai meremas-remas saja, jari tengahnya langsung menyelusup masuk ke belahan bibir mhemek Heni dan langsung dikocok.
“Ahhh.. ahhhh… sssshhhhhh…. “ Heni menggeliat-geliat keenakan, karena mhemeknya yang sudah gatal dari 2 jam yang lalu mendapat pemuasannya dengan garukan-garukan cepat jari Fikri.
“Busett.. udah banjir mhemek lo Hen. Jiwa lonte lo jadi makin parah saja” seringai mesum Fikri menghiasi wajahnya.
Jari tengah Fikri makin cepat mengocok mhemek Heni. Heni meremas kuat bahu Fikri dan kepalanya menggeleng-geleng resah
“Auhh.. ahhh.. Fiikk… chukup F..iiiik… Jhang..jangan di sini dhonng…aahhhh…” rengek Heni tengsin campur horny, karena takut ke-gap satpam.
Fikri menghentikan kocokannya dan mengeluarkan jari tengahnya dari mhemek Heni. Sambil menjilati jari tengahnya yang basah oleh cairan mhemek Heni tersebut, Fikri berkata “Hehe gue setuju. Gue juga udah ga tahan ngenthotin lo Hen. Gue udah book kamar di hotel depan situ”. Fikri menghidupkan mesin dan mulai bergerak meninggalkan parkir Plaza, sementara Heni memperbaiki kondisi pakaiannya yang terbuka dimana-mana.
Memasuki parkiran hotel Melati, kedua nafsu manusia ini hampir tidak tertahankan. Ketika Fikri menuju meja resepsionis untuk mengambil kunci kamar, Heni yang menunggu di sofa mendengar HPnya berdering.
“”wah Angel. Gue angkat ga ya?” pikir Heni.
Tapi ada naluri yang memaksa Heni untuk mengangkat telepon. Baru saja Heni selesai bilang halo, suara panik Angel terdengar di ujung satunya
“Hennnnn.. lo kemana aja sihh…”.
“Ada apa emangnya Ngel” Heni agak heran.
“Lo lupa ya, hari ini kan kesempatan terakhir lo serahkan paper AB ke mr HB. Minggu lalu sudah diampuni sama die, masa lo lupa kalo batasnya hari ini lo harus serahin. Lo mau baru bisa ngulang setahun lagi?” cerocos Angel. “Astaga… gue betul-betul lupa” Heni tersadar dan langsung panik.
Paper itu berbobot 50% dari total penilaian mata kulian Mr. HB (Lengkapnya ni dosen bernama David Hutabarat. Cuma anak-anak manggilnya mister HB). Ini mata kuliah wajib, yang jadi prasyarat beberapa mata kulian yang Heni harus ambil semester depan. Gawat kalo sampai ga lulus.
“Mr. HB bilang dia tunggu sampe jam 3 ni sore Hen. Mending lo sekarang cepet kemari. Bawa tugas ga bawa tugas ga penting. Yang penting lo ngadep dia dulu. Ok?” lanjut Angel cepat.
Buru-buru Heni pamit cabut ke Fikri yang sudah menenteng kunci kamar.
“Aduhh Fikri.. sory banget yaa… Gue harus ke kampus nih.. Darurat nine-one-one masalahnya.
Udah ya, gue cabut dulu. Ga usah diantar deh…”cerocos Heni. Setelah cium sekali pipi Fikri yang bengong, Heni langsung lari ke pintu lobby dan masuk ke taxy yang memang ada di depan hotel.
“Lho? Kok jadi gini?” Fikri terpana dan memandang sedih ke selangkangannya. Setelah tersadar, dia mulai menekan tombol HP-nya dan berbicara
“Mia, bolos kantor yuk…”.
Di dalam taxi, otak Heni mulai berpikir cepat menyusun bermacam skenario dan alasan agar bisa mendapat pengampunan dari Mr. HB dan paling tidak tambahan sehari lagi untuk serahkan paper tersebut. Paper Heni belum kelar. Biasanya butuh sekitar 1 jam untuk sampai ke kampus Heni dari area situ. Tapi, berkat desakan Heni ke abang sopir taxy, tak sampai 45 menit mereka sudah sampai kampus.
Pukup 14.50. Heni berlari kecil ke arah ruangan Mr. HB di lantai 3. Setelah sampai kampus tepat waktu, perasaan Heni sudah jauh lebih tenang. Heni yakin bisa merayu Mr.HB untuk memundurkan deadline sampai besok. Sudah rahasia umum kalau Mr.HB yang mata keranjang pilih kasih dengan mahasiswi-mahasiswinya, timbang para mahasiswa. Apalagi bagi mahasiswi yang cakep dan seksi. Heni cukup berpakaian seksi di ujian lisan Mr.HB, dan soal yang keluar lebih mudah bahkan dikasi petunjuk segala (disinggung di cerita pertama. Klik saja ini).
Heni mengetuk tiga kali pintu ruangan Mr. HB, sebelum mendengar suara bariton yang menyilakannya untuk masuk. Begitu kepala Heni nongol, Mr. HB langsung tersenyum
“Ahh.. ini dia si Heni yang cantik. Kemana saja kau Manis. Duduk, duduklah kau” ujar Mr. HB bermulut manis mempersilakan Heni duduk di depan meja kerjanya.
Begitu menghenyakkan pantatnya di kursi, Heni langsung pasang tampang memelas
“Pak.. minta tolong dong.. Tambah sehariii saja, pasti besok Saya sudah bisa serahin paper AB saya Pak” rayu Heni dengan manisnya.
“Wah, tidak bisa itu. Kau dan teman-teman kau sudah Bapak kasi kelonggaran sampai dua kali. Tidak ada lagi mundur-mundur deadline” tegas si Mr. HB walau tetap dengan tersenyum.
Sambil mencondongkan badannya kedepan sehingga agak membungkuk Heni berkata
“Pak, sudah 2 hari ini saya nungguin tante saya di Rumah Sakit. Baru pulang siang tadi. Kalo nggak gitu, pasti paper sudah selesai Pak. Boleh ya Pak”. Mr. HB menelan ludah, karena dari posisinya dia bisa melihat dengan jelas belahan toked Heni yang menonjol.
“Puas-puasin deh lo liat toked gue. Yang penting, mundurin deadline-nya sehari” batin Heni penuh percaya diri.
“Wah, susah posisi Bapak kalo begini. Apa kata teman-temanmu kalau kau mendapatkan kelonggaran dari Bapak” Mr. HB masih berusaha tegas, tapi matanya tetap melotot memandang lurus ke belahan gunung kembar di depannya.
“Ayolah Pak, nggak ada yang bakal tahulah kalo Bapak ga cerita-cerita” desak Heni terus.
Tiba-tiba si Mr. HB bangkit dari kursinya dan berjalan menuju sisi Heni lalu duduk di atas meja tepat di samping Heni
“Boleh saja. Tapi ada syaratnya” kata si Mr. HB sambil tetap memandangi belahan dada Heni.
“Syarat apaan Pak?” tanya Heni sudah mulai khawatir melihat perilaku Mr. HB.
“Kuberi kau waktu sehari lagi untuk kumpul itu paper, asal kau ijinkan aku meremas-remas kau punya susu itu hehe” ujar Mr. HB sambil menyeringai mesum.
“HEHH..” kaget Heni mendengar penawaran mesum Mr.HB dan reflek menutup dadanya dengan kedua tangannya.
“Terserah kau Heni. Bapak cuma tawarkan solusi yang win-win buat kau. Bapak senang, kau pun senang” ujar Mr.HB dengan lagak tidak butuh.
“Aduhh.. gue kasi ga ya? Kalo ntar dia nglunjak gimana? Tapi gue juga ga mau ngulang lagi tahun depan” Heni menimbang-nimbang penawaran tersebut dalam hati.
Heni tidak sadar kalau tangannya turun dan tidak lagi menutupi tokednya ketika sedang berpikir untuk terima atau tidak tawaran Mr.HB tersebut. Tapi Mr.HB menganggap diamnya Heni dan fakta bahwa Heni tidak lagi melindungi tokednya, sebagai tanda bahwa Heni menerima tawarannya tersebut.
“AAHH…” Heni memiawik kaget ketika dua tangan muncul dari balik punggungnya dan langsung meremas kuat-kuat kedua bongkah tokednya.
“Lho.. Bapak ngapain sihh.. Kan saya blumm..Aakkkhhh… ahhh… hmmppfffffffhhhhh..” protes Heni terpotong desahannya karena mendadak gelombang listrik dan kenikmatan melonjak dari kedua putingnya.
“Kau ternyata tidak pake BeHa Heni… kenyal sekali toked kau ini” ujar Mr.BH di samping telinga Heni sambil memilin-milin puting Heni dari balik kain kemejanya.
Rangsangan pada tokednya yang tiba-tiba ini, seolah mengingatkan tubuh Heni bahwa ada libido yang terpendam dan menuntut untuk dipuaskan sejak siang tadi.
Serangan tangan Mr.HB semakin gencar. Kedua tanganya sudah menyelusup ke balik kemeja Heni, dan dengan leluasa meremas-remas melon putih dan kenyal tersebut.
“Hahhhh…haahhh… aammmhhhhhffffff…” desah Heni keenakan, apalagi lidah Mr.HB menjilati leher jenjang Heni dengan liarnya.
Mr.HB kini pindah berlutut di samping Heni. Beliau sudah tidak tahan untuk mencaplok toked Heni yang menggiurkan tersebut. Mr.HB membuka mulutnya lebar-lebar, dan menelan ¼ toked Heni dari ujung putingnya. Kemudian Mr.HB menghisap kuat-kuat puting Heni yang sudah menegang keras sampai keluar suara yang keras. Sluuuurrppp.. Slurrrppppp… Terang saja Heni semakin belingsatan tokednya diperlakukan seperti itu, karena tokednya sensitif banget.


Cerita Dewasa Master : Nafsu Yang Tidak Tertahankan Lagi

“Aaaahhhhaaaahhhh…. Haahhhhhh…SShhhhhhhhh.. Enak banget Pakk…” erang Heni tak tertahankan lagi.
Menyadari muridnya makin terangsang, perlakuan Mr.HB pada toked Heni semakin menjadi-jadi.
Cupangan memerah menyebar di sekujur bulatan toked Heni yang putih. Gelinjang tubuh Heni pun menjadi-jadi, sehingga bagian bawah kemejanya tersingkap dan membuat Mr.HB terhenyak.
“Kau juga tak pakai celana dalam Heni.. Wah wah.. kau memang sudah siap untuk dienthot ternyata” ujar Mr.HB penuh sukacita sambil memasukkan jari tengahnya ke sela-sela mhemek Heni yang sudah basah kuyup.
Begitu jari tengah Mr.HB melesak sepenuhnya ke dalam lubang mhemeknya, tubuh Heni langsung melengkung dan lenguh kenikmatannya terdengar
“Ouuhhhh….hhhuuuuhhh… iyhaa.. iyhaa… disitu Pak.. benar disitu Pak.. kocok yang kenceng Phak…” pinta Heni penuh nafsu.
Dengan senang hati Mr.HB memenuhi permintaan anak didiknya itu. Jari tengahnya keluar masuk mhemek Heni, dan diselingi gerakan mengobel-ngobel yang agak kacau, sehingga bunyi kecipakan becek terdengar. Tak sampai semenit Heni mulai merasakan bahwa rasa gatal yang menggerayangi sekujur mhemeknya terasa semakin menghebat. Semakin kencang dikocok, rasa gatal tersebut semakin memuncak dan meruncing ke bibir-bibir mhemeknya. Dan tanpa dapat ditahan lagi, orgasme pertama Heni di hari itu meledak juga.
“OAAAAAAHHHHH….. AGGHHHHH….HHAAAHHHHHHH..” lenguh Heni panjang sampai punggungnya ikut melengkung akibat terpaan gelombang orgasme yang sudah dinanti-nantinya.
Mr.HB sempat terpana demi menyaksikan betapa hebatnya reaksi orgasme Heni. Sedetik kemudian ia tersadar, dan cepat-cepat bangun untuk melepas celananya. Ketika Heni mendapatkan kembali kesadarannya 30 detik kemudian, Mr.HB sudah hendak melepaskan celana dalamnya. Cepat-cepat Heni berdiri dan berkata
“Ehh.. Bapak mau ngapain? Perjanjiannya kan cuma remas-remas susu. Ini kan sudah lebih dari remas-remas” ujar Heni ketus.
Sambil tetap melorotkan celana dalamnya Mr. HB berkata
“Sudahlah Heni, Bapak tau kau juga lagi horny. Kuberi kau poin A kalau kau mau Bapak enthot sekarang. Ya?” Mr.HB mencoba tawar menawar.
“Hah? A? Bener ya Pak” tanya Heni.
“Kalau gitu Bapak tulis dulu di kertas evaluasi Bapak, bahwa nilai Saya A, baru kita lanjut” ujar Heni licik.
“Mana bisa begitu Heni. Kertas evaluasi kan baru Bapak bisa isi kalo sudah UAS” Mr.HB semakin desperate.
ambil berlagak mengancingkan kemeja bagian atasnya, Heni berkata
“Ya sudah kalau begitu. Sampai ketemu besok ya Pak”. Susah payah bergerak karena celana dalamnya masih melingkar di mata kaki Mr.HB cepat-cepat berkata
“Eh.. eh. Iya..iya.. Bapak nilai sekarang. Kau duduk saja manis di sofa sana ya”. Setelah itu cepat-cepat Mr.HB menaikkan CDnya dan membongkar-bongkar mejanya.
Lalu setelah menulis singkat diatas sebuah map, Mr.HB mendekati Heni di sofa dan menyorongkan map tersebut. Di Form Valuasi, terlihat jelas cuma nama Heni yang sudah mendapat nilai A.
Sambil tersenyum puas Heni berkata
“Gitu dong Pak, kan gamp…Eeeiiihhhhh….Hmmppffh!!” Belum selesai Heni menyelesaikan ucapannya, Mr.HB sudah menerkam dan menindih tubuh Heni di sofa, lalu dengan buas melumat bibir Heni.
Sambil menjilati leher Heni, tangan Mr.HB dengan cepat melepaskan belt yang melingkari perut Heni, lalu mengangkat kemeja terusannya tinggi-tinggi sampai seperut. Sehingga selangkangan Heni yang minim jembi terpampang dengan jelas.
“Eh. Pak..Pak.. sabar Pak. Sabar Pak” Heni agak menyesali omongan asalnya tadi dan berusaha menutupi selangkangannya.
Tapi Mr.HB yang sudah dikuasai nafsu birahi, dengan mudahnya menyingkirkan kedua tangan Heni hanya dengan tangan kirinya. Lalu tangan kanannya dengan cepat meremas gundukan mhemek Heni.
“Pak jang…Aaahhhhhh….. Auhhhhhh…” ucapan Heni berganti lenguhan terkejut bernuansa nikmat.
Cukup dengan beberapa kocokan saja, mhemeknya sudah banjir kembali.
“Haahhh.. haahhhhh…. Oohhhhhh.. hmmmppffff….” desah Heni blingsatan karena mhemeknya kini dikocok dengan dua jari, yang kadang menggesek klitorisnya.
“Sudah kuduga kau suka Heni hehehe..” tawa kemenangan Mr.HB terdengar.
Tangan kirinya yang sudah tidak perlu memegangi Heni, cepat-cepat melorotkan CDnya. Konthol Mr.HB yang hitam pekat langsung tampil mengacung tegak. Mr.HB yang konaknya sudah di ubun-ubun, langsung mengangkangkan lebar-lebar paha Heni. Sambil mengocok-ngocok pelan kontholnya, Mr.HB mulai mengarahkan palkon-nya ke bibir mhemek Heni. Heni tidak hanya pasrah, tapi juga sudah berharap agar konthol tersebut menghujam mhemeknya.
“Ah… kontholnya si tua ini kecil. Tapi tak ada rotan, akarpun jadi” batin Heni.
Tanpa cek medan dan kedalaman, Mr.HB langsung membenamkan dalam-dalam tongkol ukuran 11cm-nya ke dalam lobang kenikmatan Heni. Membuat Heni agak tersedak dan melenguh pendek
“Heeggghhh..umhh..”. Mr.HB langsung menyeringai puas
“Aggghh.. rapat sekali meqi kau ini Heni..hahhhh”.
Mr.HB langsung menggenjot Heni dengan kecepatan tinggi. Lenguhan kenikmatan Mr.HB mengalahkan desahan erotis Heni yang mulai menikmati pompaan konthol Mr.HB di liang mhemeknya.
“Hmmm…ahahhh.. ahhh.. iya Pak.. betul gitu Pak.. lebih cepat Pak.. ahhhh..” ceracau Heni keenakan.
Mendengar ceracau Heni yang mesum itu, Mr.HB semakin kehilangan kontrol. Tangannya mencengkram toked Heni kuat-kuat, dan genjotan pinggulanya semakin tidak beraturan. Tiba-tiba,
“AAAAHHHHHH…. AKU KELUARR..” lenguh Mr.HB kuat.
Peju Mr.HB menyemprot-nyemprot di dalam mhemek Heni. Heni terpana. Baru 3 menit ngeseks, Mr.HB sudah ngecret.
Sambil masih tersengal-sengal, Mr.HB jatuh di atas tubuh Heni.
“Hebat sekali kau Heni. Belum pernah Bapak ngrasakan meqi senikmat kau punya” puji Mr.HB sambil beranjak bangkit karena dilihatnya Heni kesusahan bernapas.
Dengan mudahnya konthol Mr.HB terlepas dari mhemek Heni, dengan diikuti leleran pejunya yang banyak mengalir di bibir mhemek Heni. Heni gondok setengah mati.
“Kupret! Baru juga gue naik. Ini mah bukannya terpuaskan, malah makin horny gue jadinya” batin Heni kesal sambil memperbaiki pakaiannya.
“Ya udah Pak. Saya pamit kalo gitu. Ingat ya, cuma sekali ini Bapak bisa nikmatin tubuh Saya.
Kalau Bapak mencoba lagi, Saya laporkan ke Dekan kalau Bapak menyalahgunakan kekuasaan sebagai Dosen” sambil berkata seperti itu, Heni memphoto Mr.HB yang bugil dan langsung keluar ruangan dengan judesnya. Mr.HB cuma bisa bengong, dan lemes (tapi puas hehehe). Heni cepet-cepet keluar sebenarnya karena tidak ingin ketahuan si dosen mesum itu kalau dia masih konak habis. Heni cuma ingin cepat-cepat ke toilet untuk membersihkan mhemeknya dari sisa peju, kemudian langsung masturbasi. Sudah ga tahan bo’!
Toilet yang berjarak hanya 10 meter dari ruangan Mr.HB serasa berkilometer bagi Heni yang nafsunya meledak-ledak. Jantungnya berdebar keras, nafas Heni memburu dan mhemeknya berkedut-kedut protes minta dikocok. Toilet cewek yang terletak bersebelahan dengan toilet cowok, tidak ada orang sama sekali di dalamnya. Maklumlah, sudah sore jadi banyak mahasiswa dan dosen yang sudah pulang. Heni langsung masuk ke bilik paling dekat pintu, dan membuka pahanya lebar-lebar agar mudah disemprot dengan air. Semprotan keras air terasa sangat nikmat di mhemeknya. Tidak berlama-lama membersihkan, Heni langsung duduk di atas toilet yang telah ditutup atasnya.
Dibukanya pahanya, jari telunjuk dan tengahnya bergerak membelai bibir mhemeknya, lalu masuk ke dalam mhemeknya yang sudah banjir lagi.
“Hmmmmmmppfffff….sshhhhhhh… ouuhhh… enaknyaa..” desah Heni perlahan, berusaha agar suaranya tidak terlalu keras.
Tapi, setelah semenit, Heni sudah lupa situasi, sehingga kocokan dan suaranya makin menjadi-jadi mengiringi nafsunya yang menggelora.
“Aahhhhhhhh…. Hahhhhhh… Ouggggghhhhhhh……” lenguh Heni dalam kungkungan birahi.
“Ini dia.. ini dia.. aduuhh mhemek gue makin gatelllll…..shhhhhh..” batin Heni yang titik orgasmenya semakin mendekat.
Tiba-tiba pintu bilik Heni terbuka lebar dan seseorang berdiri tegak di hadapannya. Heni nyaris tersedak karena kagetnya, plus dia hampir saja mencapai klimaksnya.
“Oh elu Hen. Gue pikir kuntilanak lagi indehoy” kata orang tersebut sambil cengar-cengir.
Heni yang terkesima sampai lupa mengangkat tangannya dari selangkangannya, cuma bisa berkata tergagap
“Oh..ehh.. Ethan.. Kok lo disini?” tanya Heni salah tingkah.
Ditengah rasa shocknya akibat ke gap lagi masturbasi oleh Ethan, Heni setengah tidak sadar kalau Ethan berjalan mendekat dan mengangkat tubuhnya ke pelukan Ethan. Heni baru sadar ketika mukanya sudah dekat sekali ke muka Ethan, yang berkata
“Kalo lo lagi horny, napa ga call gue aja. Gue selalu siap kok kalo buat elo” ujar Ethan.
Belum sempat Heni membalas ucapan itu, bibirnya sudah dilumat oleh Ethan. Heni gelagepan tapi tidak bisa melepaskan diri dari pelukan Ethan yang kuat. Tidak butuh lama, nafsu Heni sudah menguasai akal sehatnya. Ciuman Ethan diimbangi oleh french kiss Heni yang basah dan panas. Tangan Ethan dengan aktifnya meremas-remas pantat Heni yang sekal dan menonjol. Tiba-tiba Ethan melepaskan ciumannya
“Hen, kita pindah tempat yuk. Gue tau tempat yang lebih nyaman” kata Ethan agak tersengal-sengal.
Tidak menunggu reaksi Heni, Ethan langsung menyeret tangan Heni keluar dari toilet.
Ethan sebenarnya tidak sengaja masuk toilet cewek setelah selesai urusan di dosen lain di lantai yang sama, hanya karena toilet cowok airnya tidak ngalir. Tapi, begitu masuk suara lenguhan cewek terdengar bergema. Story selanjutnya, sudah Anda baca di atas. Heni blingsatan memperbaiki pakaiannya karena Ethan menarik Heni di sepanjang koridor, naik menuju ke lantai 4. Walaupun Heni sebenarnya tidak perlu kuatir, karena koridor bangunan itu kosong. Ternyata Ethan mengajaknya menuju ruangan sekretariat forum mahasiswa manajemen, yang entah bagaimana Ethan punya kuncinya. Setelah masuk ruangan, Ethan mengunci pintu lalu berdiri menghadap Heni “Buka baju lo Hen” perintah Ethan.
Seperti dihipnotis, Heni langsung menurutinya. Pertama-tama belt besarnya dilepaskan, lalu satu persatu kancing kemejanya diloloskan, maka kemeja terusan Heni pun jatuh tergeletak di lantai. Heni berdiri menantang tanpa sehelaipun benang menutupi, hanya bot coklat berhak semi tinggi yang tetap terpakai, yang malah membuat penampilannya semakin slutty. Ethan pada saat yang sama juga sedang melepaskan celana dalamnya, untuk kemudian berdiri bugil dengan konthol setengah tegak. “Sepong konthol gue Hen” perintah Ethan. “Uhh.. haruskah?” rajuk Heni, tapi tetap mendekat ke arah Ethan.
Heni berjongkok di depan Ethan, dan langsung menggenggam konthol hitam Ethan dengan tangan kanannya, lalu mulai mengocok. Kemudian tanpa ragu-ragu, Heni membuka mulutnya lebar-lebar dan memasukkan konthol Ethan sampai setengahnya dan mulai mengemutnya.
“Ssshhh… gila.. enak Hen..” desis Ethan keenakan sambil memegang kepala Heni dan menggerakannya maju mundur.
Konthol Ethan semakin membesar di dalam mulut Heni, dan membuatnya agak kerepotan melakukan blowjob pada konthol selebar 5cm tersebut. Aroma konthol Ethan membuat libido Heni kembali naik ke level tinggi. Sambil melumat-lumat konthol, jari tengah tangan kirinya dengan aktif mengobel-ngobel mhemeknya sendiri. Keasikan masturbasi dengan mhemeknya, Heni malah lupa memblow job Ethan. Konthol Ethan cuma dipegang kuat-kuat, sedang Heni melenguh-lenguh keenakan.
Ethan yang kesal, langsung menyuruh Heni mengambil posisi doggy di atas kasur gulung yang ditebar oleh Ethan.
“Nungging Hen, gue pengen nyodok lo dari belakang” perintah Ethan. Heni melakukannya dengan patuh. Kedua tangan menahan body depan, kaki tertekuk, paha terbuka selebar mungkin, dan pantat ditunggingkan.
“Wow.. lo emang napsuin Hen” ujar Ethan senang sambil menampar pantat Heni yang sekal dan bundar itu.
“Ahhh.. “ Heni cuma mengerang pelan karena tamparan Ethan.
Tanpa berlama-lama, Ethan langsung memasukkan palkonnya ke sela-sela bibir mhemek Heni yang sudah basah kuyup. Sambil memegang erat pinggul Heni, Ethan mulai menekan pinggulnya dalam-dalam.
“Heeppp… shit.. masih sempit aja ni mhemek” maki Ethan senang, sambil menekan agak keras sehingga setengah batang kontholnya amblas, SLEPP…
“Akkhhhhhh…. “ erang Heni agak keras, setengah kaget karena tiba-tiba mhemeknya disesaki oleh benda asing yang sangat tebal.
Sambil berusaha menoleh ke belakang, Heni memohon
“Ayo Than, langsung dikocok.. Mhemek gue udah gatel banget nihh..” rengek Heni manja plus horny. Ethan semakin bersemangat untuk menggenjot Heni dari belakang.
Pantat Ethan dengan aktif mulai maju mundur, menghajar mhemek Heni dengan hujaman-hujaman kontholnya yang besar.
“Aaaahhhh.. haaahhhh… ouugggghhhh.. “ lenguh Heni.
“Hmmppff.. buseet… gatel di dinding mhemek gue rasanya digaruk-garuk enak banget… Gede banget konthol si Ethan.. Gillaaaa….Mau tereak aja rasanya… aahhhhh..” batin Heni yang semakin terbuai nafsu birahi.
Akibat pompaan Ethan, tubuh Heni terguncang-guncang maju mundur dengan kuatnya. Tokednya yang 36C tanpa ampun bergoyang-goyang heboh tak tentu arah. Ethan yang tidak puas cuma meremas-remas pantat Heni, menggapaikan tangannya untuk meraih toked Heni yang bergoyang bebas.
Sambil meremas-remas sepasang daging kenyal bundar dada Heni, Ethan menceracau keenakan
“Gillaa.. toked lo besar banget Van… Lo demen kan gue remes-remes gini..”. Ethan tak perlu jawaban langsung, karena lenguhan Heni yang semakin keras sudah menunjukkan betapa Heni juga menikmati setiap remasan di tokednya.
Tidak sampai 5 menit digempur dengan doggy style, tubuh Heni sudah menegang. Lenguhannya semakin keras
“Ahhh.. ouuuggghhhh.. yahh.. yahh.. cepetin Than.. cepetin ngocoknya..Ahh..ahhh..” Heni mencerocos di sela-sela erangannya. Memenuhi request Heni, Ethan meningkatkan RPMnya. Dan…….”OUUUUUUGGGGHHHHHH……. GUE KELUAR.. GUE KELUAR….AAAHHH…” jerit Heni sambil mengejan-ngejan. Ethan merasakan ada semprotan pelan di kontholnya.
Diturunkan kecepatan kocokannya, untuk membiarkan Heni cooling down dan ambil nafas dulu.
“Hah.. hah…hah… gila.. enak banget.Than..” ujar Heni yang nafasnya masih tersengal-sengal. Ethan pelan-pelan mencabut kontholnya. Walaupun sudah pelan-pelan, tetap saja Heni terpekik kecil ketika konthol itu dicabut.
“Auh.. kok dicabut?” tanya Heni kaget.
Ethan tidak berkata apa-apa, tapi langsung membalikkan tubuh Heni sehingga terlentang. Toked Heni yang menggunung indah menjadi sasaran lumatan bibir Ethan. Sambil meremas-remas dengan kuat, puting Heni dijilat-jilat dan dipermainkan dengan lidah oleh Ethan. Libido Heni langsung naik lagi. Bahkan rasa gatal di mhemeknya kembali dengan lebih hebat.


Cerita Dewasa Master : Nafsu Yang Tidak Tertahankan Lagi

“SShhhhhh… hhmmppfffff… “ desis Heni keenakan karena tokednya sekarang sedang dikenyot dan dihisap kuat-kuat oleh Ethan.

“Haahh.. hahh… Than, gue mau diatas ya” pinta Heni.
“Hehe gue emang pengen ngerasain goyangan lo Hen” akur Ethan dengan usul Heni.
Ethan terlentang dan Heni mengangkang di atasnya, mulai mengarahkan konthol Ethan ke lubang mhemeknya. Tanpa kesulitan batang konthol tersebut amblas langsung 3/4nya.
“Heekkhhhhhh… uuuuhhhh… gede banget sihhh…” runtuk Heni yang matanya sampai terpejam karena kenikmatan yang dirasa ketika batang gemuk tersebut menerobos dan menggesek dinding-dinding mhemeknya yang licin.
Heni langsung mulai menggoyang pinggulnya dengan gerakan naik turun, sambil tangannya bertelekan di perut sixpack Ethan. Slepp.. slepp.. sleppp… bunyi gesekan konthol dengan dinding becek mhemek Heni.
“HHHhhhmmm… hhaahhhhh…. Sshhhhhh…” desah Heni menikmati setiap sentuhan. Karena Heni diatas, dengan mudah dia mengarahkan sentuhan-sentuhan konthol Ethan ke titik-titik yang Heni suka.
Sekarang konthol Ethan amblas seluruhnya, dan Heni mulai melakukan gerakan maju mundur, dan diselingi oleh gerakan pinggulnya yang memutar-mutar. Sensasinya? Luarr biasaaa… Ethan merasakan kontholnya dipilin-pilin, dan diremas-remas dengan enaknya oleh cengkraman dinding-dinding licin yang panas mhemek Heni.
“Ahhh.. hhaaahhh… gillaa mhemek lo enak bener Hennn….” erang Ethan yang sampai merem melek saking enaknya.
Lebih cepat dari ronde pertama, Heni sudah hampir mencapai orgasmenya lagi. Konthol Ethan menggesek-gesek tepat di titik g-spot Heni. Rasa gatal yang sangat hebat terasa mengumpul disekujur selangkangan Heni, membuat Heni semakin blingsatan goyangannya berusaha menggaruk setiap titik gatal tersebut. Ethan yang tau Heni akan mencapai orgasmenya lagi, mempercepatnya dengan meremas tokednya yang tergantung bebas sambil memilin-milin putingnya. Betul saja, detik berikutnya Heni merasakan ledakan kenikmatan muncrat di lubang senggamanya
“OOOAAHHHHHH……. AAAAAUUHHHH…. OUHH… Ouuhhhh…. hmmmmppffffff…” jerit Heni penuh kepuasan.
Tubuh Heni bergetar dengan hebatnya, dialiri sengatan listrik orgasme yang bersumber dari mhemeknya dan menyebar ke seluruh tubuh. 15 detik setelah gelombang klimaksnya berlalu, Heni menjatuhkan diri di atas tubuh Ethan. Nafasnya masih tersengal-sengal.
Ethan yang sudah merasa tanggung, tidak lagi menunggu Heni siap. Tangan Ethan menggapai pantat Heni dan mengangkatnya sedikit, agar ada sedikit celah antara selangkangannya dengan selangkangan Heni. Ethan mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, karena kontholnya masih menancap dalam di mhemek Heni. Ethan mengocok dengan cepat. Plak..plak.. plak.. slep..slepp. sleppp.. bunyi benturan tongkol Ethan dengan mhemek Heni, ditingkahi oleh kecipak becek cairan mhemek Heni.
“Ahh.. ahh. Thann.. tung… tunggu… jangan dikocok lagi.. ngiluu..” rengek Heni lemas. Tapi, Ethan malah mempercepat kocokannya.
Tapi, ternyata akibat kocokan ini, rasa ngilu di mhemek Heni cuma tarasa sebentar. Sekarang malah rasa gatal itu kembali dengan lebih hebat lagi. Tanpa diduga, gelombang orgasme yang lebih dahsyat dari sebelumnya meledak di selangkangan Heni.
“HIAAHHHHHH…..AAAAHHHHH… OUUFFFHHHHHH…. GUE KELUAR LAGI THANNNN” pekik Heni yang mencapai orgasmenya lagi dengan mata terpejam kuat dan tangan meremas pundak Ethan kencang-kencang.
“Hahh.. hah…. Gila.. gila… gue keluar lagii…” desah Heni lemas.
Ethan bergerak menggulingkan tubuhnya, sehingga sekarang Heni yang ditindih.
“Than.. time out.. time out..Gue nyaris pingsan nih..” Heni memohon dengan suara lemas.
“Sorry Hen, gue udah nanggung banget nih.
Tahanin bentar lagi ya. Gue udah mo keluar juga kok” kata Ethan dengan nafas memburu karena birahinya sudah diubun-ubun kepala. Tanpa menuggu persetujuan Heni, Ethan langsung tancap torsi tinggi dalam posisi misionaris.
Konthol Ethan menghujam mhemek Heni tanpa belas kasihan. Keluar masuk dengan cepat, berputar-putar, mengobel-ngobel dinding mhemek yang sempit dan semakin banjir itu. Tanpa bisa ditahan, Heni mengalami orgasmenya yang entah untuk keberapa kali.
“ETHANNN… GUE YANG KLUARR NEEHHHH… EEHHHHHHHHMMMMM..” teriak Heni kesal tapi penuh kenikmatan, sambil kelonjotan di bawah tubuh Ethan.
Ethan mencabut kontholnya, diiringi lelehan banjir peju dan cairan mhemek Heni. Ethan langsung mengambil posisi di atas perut Heni, dan menjepitkan kontholnya di sela-sela toked biadab Heni. Kedua telapak tangan Ethan merangkum kedua bongkah susu ranum tersebut, dan menjepitkannya kuat-kuat ke kontholnya yang sudah hampir meledakkan peju. Konthol Ethan dikocok dengan cepat di sela-sela toked Heni
“Ouuh.. I lovee tits fish..” lenguh Ethan kenikmatan.
Tak sampai setengah menit, Ethan merasakan ada gerakan aliran dari pangkal batang kontholnya menuju ke palkonnya. Rasa gatal di palkonnya pun semakin menghebat. Dan ledakan orgasme Ethanpun terjadi juga
“OOOOOHHHH… SHIIITTTTT……” lenguh Ethan keras.
Semprotan peju langsung menembak. Lelehannya memenuhi toked dan wajah Heni. Dan Ethanpun langsung terbaring 
lemas di samping Heni.

Cerita Dewasa Master : Nafsu Yang Tidak Tertahankan Lagi
Hampir 3 menit tidak ada yang berbicara. Hanya nafas memburu yang terdengar semakin perlahan, seiring lewatnya badai kenikmatan seksual. Ethan memiringkan badannya dan langsung menatap Heni.
“Gue pikir lo udah ga mau lagi ngenthot sama gue Hen” ujar Ethan sambil nyengir nakal.
Muka Heni bersemu merah, tapi masih berusaha menjawab dengan ketus
“Gue kepepet. Lagi horny habis, ga ada partnernya”. Ethan masih keras kepala
“Udah deh. Akuin aja.. si Albert juga ga bisa muasin kaya gue kan?” ujar Ethan dengan PeDenya. Walaupun itu benar, Heni gengsi mengakuinya
“Huu.. siapa bilang”. Tapi, ucapan Ethan berikutnya mengejutkan Heni
“Lo mau ga jadi fish buddy gue?”
“Hah? Maksud lo?” tanya Heni.
“Iya.. fish buddy. Kalo lo butuh seks, lo bisa ajak gue. Begitu juga sebaliknya. Tapi cuma sebatas seks. No other commitment. Jadi cowok lo tetep Albert. Ok ga?” terang Ethan.
Heni agak bimbang menjawabnya. Kalau mengikuti kata hati (dan kata mhemek), Heni jelas maulah. Cuma gengsi kalo langsung mengiyakan.
Tiba-tiba Ethan menyosor bibir Heni dan melumatnya.
“Gue anggap diem lo itu tanda setuju”. Sambil membalas lumatan bibir Ethan, fantasi Heni mulai membayangkan petualangan seks macam apa lagi yang akan dialaminya bersama Ethan.
Share:

Tergoda Kesemokannya Tubuh Tante Merry

Sejak kecil aku tinggal bersama nenekku, dan bersama nenekku tinggal om-om dan tante-tanteku (anak-anak dari nenekku). Omku yang ketiga menikah dengan seorang wanita yang bernama Merry yang kupanggil dengan sebutan Tante Merry. Tante Merry orangnya cantik, wajah dan tubuhnya cukup sexy dan orangnya mudah bergaul, terutama denganku.

Cerita Dewasa Cersex Cerita Sex Cerita LucahOh ya, namaku adalah Dharma, masih sekolah di SMA waktu itu. Semula omku tersebut tinggal bersama kami, dan aku yang saat itu sedang menikmati masa remaja kira-kira umur 16 tahun sering melihat Tante Merry sedang bercumbu dengan suaminya, dan kadang-kadang di depanku Tante Merry mengusap penis omku, sebut saja Om Chandra. Batang kemaluanku yang saat itu sedang remaja-remajanya langsung menjadi tegang, dan setelah itu aku melakukan onani membayangkan sedang bersetubuh dengan Tante Merry.

Setelah mereka menikah 1 tahun, akhirnya mereka pindah dari tempat nenek kami dan membeli rumah sendiri yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah nenek kami. Kalau Tante Merry hendak pergi, biasanya dia memanggilku untuk menjaga rumahnya, takut ada maling. Suatu hari aku dipanggil

oleh Tante Merry untuk menjaga rumahnya.

Ketika aku datang, dia sedang ada di kamar dan memanggilku, “Dharma, masuk ke kamar..!” teriaknya.
“Ya Tante..” jawabku.
Ternyata di dalam kamar, tante sedang memakai BH dan celana dalam saja, aku disuruh mengaitkan tali BH-nya. Dengan tangan gemetaran aku mengaitkan BH-nya. Rupanya Tante Merry tahu aku gemetaran.
Dia bertanya, “Kenapa Dharma gemetaran..?”
“Enggak Tante,” jawabku.
Tapi tante cepat tanggap, dipeluknya tubuhku dan diciumnya bibirku sambil berkata, “Dharma, Tante ada perlu mau pergi dulu, ini Tante kasih pendahuluan dulu, nanti kalau Tante pulang, Tante akan berikan yang lebih nikmat.”
“Ya Tante.” jawabku Markas Sicbo Online.

Kepalaku terasa pusing, baru pertama kali aku menyentuh bibir seorang wanita, apalagi wanita cantik seperti Tante Merry. Lalu aku ke kamar mandi melakukan onani sambil membayangkan tubuh Tante Merry.

Kira-kita jam 3 sore, tante pulang dan aku menyambutnya dengan penuh harap. Tante Merry langsung masuk kamar, sedangkan aku menunggu di ruang tamu, kira-kira 10 menit kemudian, dia memanggil pembantunya untuk disuruh ke supermarket untuk membeli sesuatu, jadi tinggallah di rumah aku dan Tante Merry saja.

Setelah pembantunya pergi, Tante Merry menutup pintu dan menggandengku untuk masuk ke kamarnya.
Lalu Tante Merry berkata, “Dharma, seperti yang kujanjikan, aku akan meneruskan pendahuluan tadi.”
Aku diam saja, gemetar menahan nafsu.
Tiba-tiba Tante Merry mencium bibirku, dan berkata, “Balaslah Dharma, hisap bibirku..!”
Aku menghisapnya, dan terasa bibirnya sangat enak dan bau tubuhnya wangi, karena dia memakai parfum Avon yang merangsang, aku menjadi salah tingkah.

Tiba-tiba dia memegang batang kemaluanku, aku sangat kaget.
“Wah punyamu sudah tegang dan besar Dharma,” sahut Tante Merry.
Lalu Tante Merry berkata lagi, “Apakah kamu pernah berhubungan sex dengan wanita?”
Aku menjawab sambil gemetar, “Jangankan berhubungan sex, mencium wanita saja baru kali ini.”
Tante Merry tersenyum dan berkata, “Hari ini Tante akan ajarkan cara berhubungan sex dengan seorang wanita.”
Lalu Tante Merry membuka bajunya sehingga telanjang bulat, lalu dipegangnya tanganku dan dibawanya ke buah dadanya yang cukup besar.

Sambil gemetaran aku memegang buah dadanya dan memegang putingnya.
Tante Merry mendesis merasakan kenikmatan usapanku dan berkata, “Terus Dharma.., terus..!”
Lalu dengan memberanikan diri aku mencium putingnya, dan Tante Merry bertambah mendesis. Dibukanya celana pendekku dan CD-ku, sehingga aku juga menjadi telanjang bulat sepertinya. Penisku dielus-elusnya sambil berkata, “Dharma, punyamu besar amat, lebih besar dari punya Om Chandra Judi Slot Terbaik.”

Cerita Dewasa Cersex Cerita Sex Cerita LucahSetelah puas menghisap puting buah dada tante, aku mencium pusarnya, dan akhirnya sampai di vaginanya.
“Ayo Dharma, cepat hisap punyaku..!”
Aku memberanikan diri mencium kemaluannya dan menjilat-jilat dalamnya, sedangkan tante tambah mendesis.
Tante berkata, “Sabar Dharma, Tante kepingin mencium punya Dharma dulu.”
Lalu dia membaringkanku di tempat tidur dan mulai mencium biji kemaluanku dan menghisap penisku perlahan-lahan. Serasa dunia ini melayang, alangkah nikmatnya, baru pertama kali batang kemaluanku dihisap oleh seorang wanita cantik, apalagi oleh Tante Merry yang sangat cantik.

Penisku semakin membesar, dan rasanya seperti mau kencing, tetapi rasanya sangat nikmat, ada yang mau keluar dari kemaluanku.
Aku menjerit, “Tante, Tante.., lepas dulu, aku mau kencing dulu.”
Tetapi rupanya tante sudah tahu apa yang mau keluar dari kemaluanku, malah dia semakin kuat menghisap penisku. Akhirnya meletuslah dan keluarlah air maniku, dengan mesranya Tante Merry menghisap air maniku dan menjilat-jilat penisku sampai bersih air maniku.

Batang kemaluanku terkulai lemah, tetapi nafsuku masih terasa di kepalaku.
Lalu tante berkata, “Tenang Dharma, ini baru tahap awal, istirahat dahulu.”
Aku diberi minum coca-cola, setelah itu kami berciuman kembali sambil tiduran. Tanpa kusadari kemaluanku sudah membesar lagi dan kembali aku menghisap buah dadanya.
“Tante.., aku sayang Tante.”
Lalu tante berkata, “Ya Dharma, Tante juga sayang Dharma.”
Lalu aku menjilat vagina tante sampai ke dalam-dalamnya dan tante menjerit kemanjaan.
“Ayo Dharma.., kita mulai pelajaran sex-nya..!”
Penisku yang sudah tegang dimasukkan ke dalam liang kemaluan Tante Merry yang sudah licin karena air vaginanya.

Perlahan-lahan batang kemaluanku amblas ke dalam lubang kemaluan tante, dan tante mulai menggoyang-goyangkan pantatnya. Aduh terasa nikmatnya, dan kembali kami berciuman dengan mesranya.
Lalu aku berkata kepada Tante Merry, “Tante.., kalau tahu begini nikmatnya kenapa enggak dulu-dulu Tante ajak Dharma bersetubuh dengan Tante..?”
Tante hanya tersenyum manis. Terasa penisku semakin mengembang di dalam vagina Tante Merry, tante semakin mendesis.
Tante mengoyang-goyangkan pantatnya sambil berkata, “Dharma.., Tante kepengen keluar nih..!”
Kujawab, “Keluarin saja Tante, biar Tante merasa nikmat..!”

Tidak lama kemudian tante menjerit histeris karena orgasme dan mengeluarkan air kemaluannya, penisku masih tegang rasanya.
Dengan lembut aku mencium tante dan berkata, “Tante sabar ya, Dharma masih enak nih..,”
Kemudian aku semakin memperkuat tekanan batangku ke liang tante, sehingga tidak lama setelah itu aku memuncratkan air maniku di dalam vagina Tante Merry bersamaan dengan keluarnya cairan tante untuk kedua kalinya. Terasa tubuh ini menjadi lemas, kami tetap berpelukan dan berciuman. Setelah istirahat sebentar, kami mandi bersama saling menyabuni tubuh kami masing-masing, dan kami berjani untuk melakukannya lagi dilain waktu.

Setelah peristiwa itu, setiap malam aku selalu terkenang akan vagina Tante Merry, sehingga rasanya aku ingin tidur bersama Tante Merry, tetapi bagaimana dengan Om Chandra. Rupanya nasib baik masih menemaniku, tiba-tiba saja Om Chandra dipindahkan tugasnya ke Bandung, dan untuk sementara Tante Merry tidak dapat ikut karena Om Chandra tidurnya di mess. Sambil mencari kontrakan rumah, Tante Merry tinggal di Jakarta, tetapi setiap Sabtu malam Om Chandra pulang ke Jakarta.

Atas permintaan Tante Merry, setiap malam aku menemaninya, aku harus sudah ada di rumah Tante Merry jam 8 malam. Untuk tidur malam, aku disiapkan sebuah kamar kosong, tapi untuk kamuflase saja, sebab setelah pembantunya tidur aku pindah ke kamar Tante Merry. Tentunya Tante Merry sudah siap menyambutku dengan pelukan mesranya, dan kami bercumbu sepanjang malam dengan nikmatnya dan mesranya. Kalau waktu pertama kali aku hanya menghisap kemaluannya, sekarang kami sudah saling menghisap atau gaya 69. Lubang kemaluan Tante Merry sudah puas kuciumi, bahkan sekarang bukan saja lubang vagina, tetapi juga lubang anus, rasanya nikmat menghisapi lubang-lubang tante. Penisku juga dihisap tante dengan ketatnya dan terasa ngilu ketika lubang kencingku dihisap Tante Merry, tapi nikmat.

Cerita Dewasa Cersex Cerita Sex Cerita LucahSetelah kami saling menghisap, akhirnya barulah kami saling memasukkan kemaluan kami, dan kali ini tante berada di atasku. Batang kemaluanku yang sudah tegang dan berdiri tegak dimasukkan ke kemaluan tante, aduh nikmatnya. Lalu aku menghisap buah dada tante sambil menggoyang-goyangkan pantatku. Kira-kira sepuluh menit, tante mengeluarkan air maninya sambil menjerit nikmat, namun aku belum mengeluarkan air maniku. Lalu aku bertukar posisi, sekarang tante di bawah, aku yang di atas. Karena tante sudah keluar, terasa mudah memasukkan kemaluanku ke dalam vagina tante, dan kembali kami berpacu dalam nafsu.

Sambil mencium bibir Tante Merry, aku berkata, “Tante… Tante.., kenapa sih lubang Tante enak banget, punyaku terasa dijepit-jepit lubang Tante yang lembut.”
Sambil tersenyum tante menjawab, “Dharma.., batang kamu juga enak, kalau dengan Om Chandra Tante hanya bisa orgasme sekali, tetapi dengan kamu bisa berkali-kali.”
Kembali aku menekan batang penisku erat-erat ke liang kemaluan tante sambil mengoyang-goyangkan pantatku, dan akhirnya aku menjerit, “Tante.., Tante.., aku keluar..!”
Alangkah nikmat rasanya.

Perlahan-lahan aku mengeluarkan batang kemaluanku dari liang senggama tante. Setelah itu kembali kami berciuman dan tidur sambil berpelukan sampai pagi. Ketika bagun pagi-pagi aku kaget, karena aku tahu di sampingku ada Tante Merry yang tidak memakai apa-apa, nafsuku timbul kembali. Kubangunkan Tante Merry dan kembali kami bersetubuh dengan nikmatnya, dan akhirnya kami mandi bersama-sama. Bocoran prediksi togel klik disini

Selama hampir 1 bulan lamanya kami seperti sepasang suami istri yang sedang berbulan madu, kecuali hari Sabtu dan Minggu dimana Om Chandra pulang. Pengalaman ini tidak akan terlupakan seumur hidupku, walaupun sekarang aku sudah beristri dan mempunyai 2 orang anak. Kadang-kadang Tante Merry masih mengajak aku bersetubuh di hotel. Tetapi sejak aku beristri, perhatianku kepadanya agak berkurang, lagipula usia Tante Merry sudah bertambah tua.
Share:
Cersex Master, Pokerhost

Postingan Populer

Mengenai Saya

Foto saya
Anda hanya perlu mengisi semua kolom dengan data yang menyeluruh dan benar, setelah itu akun slot pragmatic play kamu akan dikirimkan secara langsung
Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Pages

close
Cersex Master, LineDomino